Notification

×

Iklan

Iklan

Hadapi Digitalisasi Pendidikan, Wakil Dekan FKIP Uhamka Berikan Visi dan Langkah Berkemajuan

Sabtu, 20 Januari 2024 | 1/20/2024 09:40:00 AM WIB | Last Updated 2024-01-20T02:40:26Z

Serambiupdate.com - Pendidikan Indonesia sedang menghadapi tantangan perkembangan zaman dan teknologi, juga tantangan mewujudkan Indonesia emas 2045. Ika Yatri selaku Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjadi narasumber dalam acara TVMu dengan tema Ikhtiar Pendidikan di Masa Depan yang ditayangkan di Channel TV Muhammadiyah, Kamis. (11/1)

 

Teras TVMu dengan tema Ikhtiar Pendidikan di Masa Depan memiliki 4 segmen topik pembahasan yang mencakup; Nilai Prophetic Teaching University and Faculty pada segmen pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) FKIP Uhamka yang mencakup dosen dan tendik pada segmen kedua, Tantangan Pendidikan di Era Digital dan Indonesia Emas 2045 pada segmen ketiga, dan mewujudkan cita-cita Catur Dharma PTMA pada segmen keempat.

 

Segmen pertama mengangkat pembahasan Prophetic Teaching Faculty dalam mewujudkan dari Prophetic Teaching University, Ika Yatri menyampaikan FKIP Uhamka menjunjung tinggi dan mengintegrasikan nilai-nilai Prophetic atau kenabian yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui mata kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

 

“FKIP Uhamka menerapkan nilai Prophetic Teaching Faculty dalam mewujudkan Prophetic Teaching University yang merupakan langkah Uhamka dalam menerapkan nilai-nilai kenabian yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang tercermin dan diimplementasikan dalam mata kuliah AIK Dimana dosen sebagai referensi tauladan bagi para mahasiswa yang harus menjaga sikap, akhlak dan tingkah laku sesuai dengan anjuran agama yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam memajukan peradaban kemajuan dan membentuk generasi emas di masa depan sebagai jawaban tantangan masa depan,” ucap Ika.

 

Pada segmen kedua, Ika membahas mengenai SDM FKIP Uhamka yang terus ditingkatkan dalam menjawab tantangan perkembangan zaman terutama dibidang penerapan teknologi dalam pendidikan, pengaplikasian kurikulum pendidikan yang berkemajuan dan juga percepatan pendidikan S3 untuk para dosen.

 

“Saat ini dari 12 Program Studi di FKIP Uhamka, sudah ada 6 Program Studi yang unggul dengan total 3311 mahasiswa yang ada di FKIP. Kita sudah menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Learning (OBE) untuk menghasilkan lulusan mahasiswa yang berkualitas dalam memberikan pengabdiannya kepada Masyarakat di dunia kerja nanti. Kita juga sedang mempercepat studi para dosen yang ada di FKIP agar segera mendapat gelar doktor dan guru besar,” ujar Ika.

 

Selanjutnya di segmen ketiga, Ika juga menyampaikan bahwa FKIP Uhamka sedang gencar meningkatkan pengetahuan pemanfaatan teknologi kepada para mahasiswa dan dosen dalam  mendukung menerapkan digitalisasi pendidikan di era modern melalui penggunaan teknologi untuk pendukung kegiatan pembelajaran.

 

“Selain itu, Infrastruktur secara fisik, FKIP Uhamka selalu di update untuk mendukung dan meningkatkan pembelajaran di kelas. Serta ada laboratorium pembelajaran, pembangunan sistem IT diperkuat dalam menopang segala proses pembelajaran agar lancar, salah satunya dengan adanya sistem Online Learning Uhamka (OLU) dalam pengumpulan tugas dan ujian yang sudah diterapkan sejak setelah masa pandemik,” tutur Ika.

 

Pada segmen keempat, Ika menjelaskan peran dan persiapan FKIP Uhamka dalam mewujudkan masa Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti serta mewujudkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah (PTMA) yang mencakup 4 aspek yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) melalui program Kerjasama baik nasional maupun internasional dalam mewujudkan fakultas yang unggul dan berkemajuan.

 

Bicara tentang Indonesia Emas di 2045, salah satu tugas FKIP UHAMKA dalam persiapannya adalah melalui transformasi dunia pendidikan baik secara kurikulum yang sesuai dengan Masyarakat dan mewujudkan Catur Dharma PTMA yang mencakup 4 aspek yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Dimana Peningkatan kapasitas para dosen yang sudah didorong untuk S3 dan menjadi guru besar juga menjadi contoh yang baik bagi para mahasiswa dalam memberikan pengajaran serta memfasilitasi dengan sarana penunjang pendidikan yang bagus dan berkualitas. Lalu, Penelitian Dimana FKIP Uhamka telah bekerjasama dengan perguruan tinggi lain baik nasional dan internasional seperti Universitas Utara Malaysia (UUM) untuk Kerjasama penelitian. Selanjutnya Pengabdian melalui program MBKM dan Mengajar baik di sekolah di Indonesia maupun dilluar negeri seperti yang terakhir kemarin di Krabi Thailand. Dan terakhir adalah AIK Dimana FKIP Uhamka memfasilitasi mahasiswa dengan mata kuliah keagamaan dari semester 1-6 dengan total 12 SKS dalam mewujudkan Prophetic Teaching University berdasar pada suri tauladan Rasulullah SAW,” ucap Ika.

 

Di akhir sesi, Ika berharap FKIP Uhamka akan terus maju dan berkembang dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada Masyarakat dan para mahasiswa dalam membentuk karakter mahasiswa dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

“FKIP Uhamka akan terus menghadirkan program terbaik melalui prodi-prodi yang ada. Pendidikan penting karena membentuk karakter, keterampilan dan membingkai kita dalam menempuh karir kita dimasa depan terutama melalui perguruan tinggi yang sudah terakreditasi unggul,” pungkas Ika.

=