Seambiupdate.com Mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Smester V kelas D dalam mata kuliah Kemuhammadiyahan sebanyak delapan kelompok menggelar kegiatan pemberdayaan keluarga dhuafa di wilayah Jakarta Timur, Rabu (14/1).
Setiap kelompok terdiri dari 3-4 mahasiswa,
dengan total lebih dari 25 mahasiswa terlibat dalam rangka mewujudkan
nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang berbasis pada gotong royong dan kepedulian
sosial. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 1 Tanpa Kemiskinan
dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat rentan.
Eko Susanto selaku Dosen Pengampu mata
kuliah Kemuhammadiyahan Uhamka menuturkan bahwa mata kuliah Kemuhammadiyahan
bukan hanya tentang pemahaman teori, tetapi juga implementasi nyata dalam
masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak mahasiswa terlibat langsung
dalam mengidentifikasi kebutuhan keluarga dhuafa melalui observasi awal, kemudian
menyusun program kerja dan proposal yang matang.
"Selama 4 minggu, mereka melakukan
fundraising dengan berbagai cara kreatif, dan hari ini kita sampai pada tahap
penyaluran modal usaha. Tujuan utama adalah membantu keluarga dhuafa memiliki
sumber penghasilan mandiri, bukan hanya memberikan bantuan tunai semata,"
tutur Eko.
Sementara itu, Aditya selaku Ketua Kegiatan
mengatakan, target keluarga dhuafa yang akan mereka berikan batuan ialah yang
memiliki potensi untuk melakuakn wirausaha. Setiap kelompok tentu masing-masing
memiliki program kerjanya sendiri dan membuat proposal agar kinerja mereka
terstruktur dengan baik.
"Kami mulai kegiatan ini dengan
mengunjungi setiap keluarga dhuafa untuk memahami kondisi sebenarnya dan
potensi usaha yang bisa mereka jalankan. Setelah itu, masing-masing kelompok
membuat program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga,
lalu menyusun proposal untuk memastikan program berjalan dengan baik. Proses
fundraising selama 4 minggu tidaklah mudah, tetapi dukungan dari berbagai pihak
membuat kita bisa mencapai target. Kami berharap bantuan modal usaha ini bisa
menjadi awal yang baik bagi keluarga penerima untuk meningkatkan taraf hidup
mereka," ujar Aditya.
Satu diantara banyaknya penerima bantuan, Sarmini
mengucapkan terima kasihnya kepada para mahasiswa yang telah membantu dalam
bentuk memberikan modal usaha. Ia berharap agar program kebaikan ini akan terus
berlanjut untuk membantu Masyarakat lainnya.
"Saya sangat berterima kasih kepada
mahasiswa Fakultas Farmasi Uhamka yang telah memberikan kesempatan ini.
Sebelumnya, saya hanya bisa mencari nafkah dengan pekerjaan sampingan yang
tidak tetap. Dengan bantuan modal usaha ini, saya akan menjalankan usaha
penjualan makanan ringan yang sudah kami merencanakan bersama. Semoga usaha ini
bisa berkembang dan saya juga bisa membantu keluarga lain kelak, mengikuti
contoh kepedulian yang diberikan oleh mahasiswa dan pihak kampus," ucap
Sarmini.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan
fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi
Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome
Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah
menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa
kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang
ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.
