Notification

×

Iklan

Iklan

Cegah Gangguan Motorik Anak Stunting, Tim Dosen SPs Uhamka Beri Edukasi kepada Orang Tua

Sabtu, 13 Januari 2024 | 1/13/2024 09:28:00 AM WIB | Last Updated 2024-01-13T02:28:29Z


Serambiupdate.com
 - Tim Dosen Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Fakultas Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) atas kerja sama dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) UHAMKA tentang “Pencegahan Gangguan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Pada Anak Stunting di Desa Karangmucang Kabupaten Kuningan” yang diselenggarakan pada 10 Januari 2024.

 

Program Kemitraan Masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dimana dosen mempunyai kewajiban turun ke masyarakat, mengajak dan memberdayakan Masyarakat, yaitu melalui program edukasi pencegahan gangguan sistem motorik pada anak yang disebabkan oleh stunting yang merupakan salah satu kasus besar masalah Kesehatan pada anak menurut catatan WHO.

 

dr. Henny Hanna selaku dosen pascasarjana uhamka dan ketua tim pengabdian menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai sarana edukasi dalam mencegah efek jangka pendek stunting salah satunya yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar dan motorik halus bagi.

 

“Kegiatan ini merupakan edukasi kepada para orang tua yang anak-anaknya yang status gizinya tergolong stunting untuk selalu berperan aktif dalam mendorong anak untuk aktif melakukan aktifitas-aktifitas (stimulasi) yang bermanfaat bagi perkembangan motorik-nya. Karena stunting dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar seperti berjalan dan motoric halus seperti berfikir pada anak,” ucap dr. Henny.

 

Selain itu, dr. Henny Hanna menyampaikan harapannya melalui kegiatan ini dapat dilaksanakan di daerah-daerah lain yang memiliki masalah kasus stunting pada anak-anak dan juga sebagai edukasi bagi para orang tua untuk selalu berperan aktif dalam memantau tumbuh kembang anak mereka terutama bagi anak yang status gizinya tergolong stunting.

 

“Melalui kegiatan pencegahan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak stunting seperti ini, dapat menjadi edukasi dan penambahan wawsan bagi para orang tua dalam berperan aktif mengasah motorik pada anak terutama bagi anak yang tergolong stunting. Semoga kegiatan ini kedepannya dapat dilakukan diberbagai daerah yang memiliki tingkat prevalensi stunting yang cukup tinggi” pungkas dr. Henny.

=