Notification

×

Iklan

Iklan

Kekurangan Pembelajaran Online Karena Covid-19

Senin, 30 Agustus 2021 | 8/30/2021 07:00:00 PM WIB | Last Updated 2021-08-30T12:00:33Z



Karya Ghina Ghaniyyah Suardi

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

Munculnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membawa dampak pada sektor-sektor penting dalam kehidupan, seperti sektor ekonomi, transportasi, bahkan pendidikan. Pendidikan pastinya harus tetap berjalan meskipun dalam keadaan seperti ini. Maka dari itu, Nadiem Anwar Makarim  selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19). Salah satu pokok yang disampaikan dalam Surat Edaran tersebut adalah mengenai pembelajaran daring atau jarak jauh yang difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus corona dan wabah Covid-19. 

Realitanya banyak siswa dan mahasiwa yang mengeluh. Dapat dilihat dari banyaknya pendapat yang diunggah mengenai dampak dari pembelajaran daring atau online. 

    1. Lebih sering menatap layar

Karena pembelajaran jarak jauh, maka tentunya pembelajaran dilakukan online. Pembelajaran yang dilakukan secara online membutuhkan sebuah media yang bisa berupa laptop, gadget, IOS, dan lain sebagainya. Biasanya pembelajaran tersebut berupa video, chat, maupun melalui form. Mau tidak mau siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan yang terlibat dalam pembelajaran harus menatap layar lebih lama dari biasanya. Hal ini bisa membuat mata lelah dan juga membuat kebosanan. 

    2. Malas nya bergerak atau “mager” 

Pembelajaran daring dapat dilakukan dimana saja, termasuk di kasur yang bisa disambi rebahan. Gerak juga berkurang karena ruangan yang kecil. Gara-gara mager tadi tubuh menjadi kurang gerak dan radiasi tinngi. Tubuh tidak seaktif dari sebelumnya, dimana sebelumnya siswa atau mahasiswa pasti merasakan berjalan dari sudut ke sudut kelas, naik tangga, bermain, dan aktivitas lainnya. Akibatnya, otot menjadi gampang pegal, mata lelah, dan bisa juga berpengaruh ke psikis. 

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pertimbangan dengan adanya hal-hal yang terjadi di atas, menurut saya tetap lebih baik jika pembelajaran dilakukan secara tatap muka seperti sebelumnya saat belum terjadi pandemi. Yang pasti semua itu dapat dilakukan setelah pandemi Covid-19 hilang. Maka pastinya kita berharap agar pandemi Covid-19 ini cepat hilang dan segala aktivitas diberbagai sektor dapat berlangsung normal kembali.


=