Notification

×

Iklan

Iklan

Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021, Daerah Mana Saja yang Dilintasi?

10 Juni 2021 | Kamis, Juni 10, 2021 WIB | Last Updated 2021-06-16T02:34:19Z

 

Serambiupdate.com Hari ini Kamis, 10 Juni 2021, negara yang ada di belahan bumi utara bisa menyaksikan gerhana matahari cincin (GMC).


Namun, fenomena ini tidak bisa disaksikan secara langsung di Indonesia. Kendati demikian, kita masih bisa melihatnya melalui link streaming.


Berikut sejumlah fakta tentang gerhana matahari cincin tahun ini:

Apa itu gerhana matahari cincin?

Gerhana Matahari Cincin adalah salah satu tipe dari gerhana matahari. Gerhana matahari akan terjadi jika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus.


Kondisi ini akan menyebabkan bulan jatuh pada bumi.

Bulan berukuran sekitar 400 kali lebih kecil dari ukuran matahari dan berjarak 400 kali lebih dekat ke bumi.


Hal ini menyebabkan bumi, bulan, dan matahari berada pada satu garis lurus.


Bulan akan tampak berukuran hampir sama dengan matahari.


Namun gerhana matahari cincin terjadi apabila jarak antara bulan dengan bumi mendekati jarak terjauhnya.


Kondisi ini menyebabkan matahari tidak sepenuhnya tertutup oleh bulan dan menghasilkan cincin cahaya di sekitar bulan yang gelap.


Dampak gerhana matahari cincin

Gerhana matahari cincin sendiri bisa memengaruhi beberapa parameter cuaca di bumi, termasuk radiasi matahari, suhu, tekanan udara, kelembapan relatif dan angin.


Radiasi matahari saat terjadinya gerhana matahari cincin akan berkurang.

Berkurangnya radiasi matahari akan menyebabkan suhu udara menurun dan tekanan udara meningkat.


Meningkatnya tekanan udara akan menyebabkan bertambahnya kecepatan angin.


Daerah yang bisa melihat gerhana matahari cincin

Berdasarkan catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), GMC total hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada) serta Kawasan Siberia (Rusia) dengan ketampakan masksimum terjadi pada pukul 17.43 WIB.


Sementara itu, wilayah seperti Greenland, Islandia, Eropa, Rusia, negara-negara Asia Tengah dan China bagian Barat dapat menyaksikan fenomena langit Gerhana Matahari Sebagian.


Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021 sayangnya tidak bisa disaksikan di langit Indonesia.


Hal ini ditegaskan oleh Andi Pangerang Hasanuddin, Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lapan.


"Karena Indonesia tidak terkena penumbra maupun antumbra bulan. Maka Indonesia tidak mengalami GMC baik fase cincin maupun sebagian," kata Andi Senin (7/6/2021).


Indonesia baru bisa mengalami Gerhana Matahari Cincin pada 21 Mei 2031 mendatang, tetapi hanya dapat diamati dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Kepulauan Maluku.

Tiga zona gerhana

Bulan menutupi matahari saat terjadinya gerhana matahari cincin di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (21/6/2020). Tarakan menjadi salah satu kota yang dilintasi fenomena gerhana matahari cincin dengan persentase ketertutupan sekitar 28 persen sehingga terlihat berupa gerhana matahari sebagian.

Andi mengungkapkan, wilayah saat terjadi Gerhana Matahari Cincin hari ini terbagi menjadi tiga, yakni zona antumbra atau annularitas, zona penumbra, dan zona gelap.


1. Zona antumbra


Zona antumbra atau annularitas artinya wilayah di zona ini bisa menyaksikan bentuk cincin saat puncak gerhana.


"Zona antumbra/annularitas hanya Kanada, sisi barat Pulau Hijau/Greenland (Denmark) dan Russia timur jauh," ungkap astronom amatir Marufin Sudibyo.


2. Zona penumbra


Lalu, zona penumbra berarti hanya bisa menyaksikan Matahari tertutup sebagian saat puncak gerhana.


"Zona penumbra meliputi Kanada, sebagian AS, benua Eropa (kecuali sebagian Italia, semenanjung Balkan dan Turki), lalu Rusia, Mongolia dan China," tuturnya.


3. Zona gelap


Sementara zona gelap tidak bisa menyaksikan gerhana sama sekali.


Sehingga, selain wilayah yang disebutkan di atas, tidak ada yang bisa menyaksikan gerhana yang akan terjadi besok mulai pukul 09:30 UTC (16.30 WIB) dan berakhir pukul 12:00 UTC (19:00 WIB).


=