Notification

×

Iklan

Iklan

Kembangkan Pengelolaan Sampah yang Tertata, FTII Uhamka Berikan Pelatihan untuk Warga PRM Gunung Kapur

05 Juni 2024 | Rabu, Juni 05, 2024 WIB | Last Updated 2024-06-05T01:01:32Z

 


Serambiupdate.com
Fakultas Teknologi Industri dan Informatika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FTII Uhamka) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema “Pelatihan Manajeman Bank Sampah pada Warga Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gunung Kapur Bogor” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gunung Kapur, Sabtu (25/5).

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Arif Hamzah selaku Wadek IV FTII Uhamka ini dipimpin oleh Rifky Dosen FTII Uhamka, beranggotakan Oktarina Heriyani, Dan Mugsidi, dan Lutfan Zulwaqar. Kelompok ini juga beranggotakan mahasiswa FTII Uhamka diantaranya, Dimas Priyuko Tri Asmoro dan Muhammad Imam Sobirin.

 

Kegiatan ini diadakan pada warga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunung Kapur sebagai masyarakat binaan Arif Hamzah.

 

Rifky dalam paparannya menjelaskan, bahwa sampah yang terdiri dari sampah organik dan anorganik harus diolah dan dikelola secara benar dan tepat. Untuk sampah anorganik dikelola dengan pendirian bank sampah.

 

“Melalui bank sampah ini kita mengubah paradigrma, yang selama ini sampah adalah salah satu masalah lingkungan dan sosial menjadi peluang ekonomi dan industri. Mengubah sampah dari cost center menjadi profit center. Selama ini sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang. Kita bisa melakukannya dengan dipilah, diangkut, diproses, dimanfaatkan, dan atau dijual,” ujar Rifky.

 

Selain Rifky, pemateri lebih teknik dan praktis disampaikan Dadan Haerurohman. Seorang praktisi pengelolaan sampah dan aktivis lingkungan dalam pengelolaan air bersih. Dadan menuturkan untuk pendirian bank sampah, harus lebih dulu dibuat susunan pengurusnya.

 

“Setelah itu, pengurus melegalkan organisasinya kepada pimpinan daerah setempat. Selama proses perizinan, pengurus bisa melakukan studi banding ke bank sampah yang sudah sukses beroperasi. Kemudian dilakukan simulasi sistem kerja pengelolaan sampah di bank sampah,” pungkas Dadan.

 

Warga desa Gunung Kapur tampak antusias dan semangat mengikuti pelatihan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan dan keinginan untuk segera menindaklanjuti hasil pelatihan ini.

 

Salah satu peserta pelatihan adalah Daniel, sesepuh desa Gunung Kapur dan aktivis pengajian di PRM Gunung Kapur juga bersemangat dan optimis.

 

“Setelah kegiatan ini, Insyallah pendirian bank sampah segera terwujud,” tuturnya.

 

=