Notification

×

Iklan

Iklan

Pusat Neurosains Uhamka Berperan Aktif Meneliti Fungsi Kerja Otak Manusia

20 Mei 2024 | Senin, Mei 20, 2024 WIB | Last Updated 2024-05-20T05:20:16Z

 


Serambiupdate.com
- dr. Gea Pandhita, Kepala Laboratorium Neurosains Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjadi narasumber dalam acara Teras TvMu dengan tema Peran Fakultas Kedokteran Uhamka dalam Mengantisipasi Bencana Kesehatan Kognitif terkait Bonus Demografi di Indonesia, Ahad (19/5).

 

Pada kesempatan ini dr. Gea Pandhita menjelaskan bahwa sekitar tahun 2014/2015 saat itu Uhamka merespon era kinerja otak manusia. Hal ini juga terkait dengan Al Islam Kemuhamamdiyahan merespon akhlak dari generasi-generasi yang akan datang. Sejalan dengan hal tersebut, maka mulai dikembangkan diskusi-diskusi tentang neurosains. Neurosains merupakan suatu ilmu yang membahas kerja otak sehingga menghasilkan suatu aktivitas. Melalui diskusi-diskusi yang telah ada, kemudian didirikanlah Pusat  Neurosains  Uhamka.

 

“Laboratorium neurosains Uhamka dilengkapi oleh berbagai alat dan metode yang dapat mengukur kerja otak manusia. Di laboratorium neurosains Uhamka diantaranya, brain mapping, human   portable quantitative EEG  dan alat lainnya. Dengan alat-alat ini kami melakukan beberapa penelitian untuk melihat aspek neurosasins  dari bidang pendidikan, marketing dan kesehatan,” tutur dr. Gea.

 

dr. Gea juga mengatakan, beberapa penelitian juga telah dilakukan oleh laboratorium neurosains Uhamka, satu diantaranya untuk melihat aktivitas kerja otak pada seseorang terkhusus pelajar yang kencanduan pornografi dengan membandingkan pelajar yang tidak kecanduan pornografi. Hal ini karena adanya penurunan aktivitas-aktivitas kinerja otak tertentu.

 

“Penelitian yang pernah kami lakukan juga adalah tentang gambaran otak pada orang pra-lansia yang mulai mengalami fungsi kognitif. Seperti diketahui di Fakultas Kedokteran Uhamka memiliki keunggulan kedokteran kerja, karena banyak sekali populasi pekerja yang menghabiskan waktu mudanya untuk produktif bekerja. Sehingga penelitian ini hasilnya bisa mempertahankan kondisi otak bisa produktif lebih lama dan nantinya mereka dapat memahami kesehatan menuju lansia ,” ujar dr. Gea.

=