Notification

×

Iklan

Iklan

AL-MAJĪD Ramadan Bersama Asmaulhusna


15 Maret 2024 | Jumat, Maret 15, 2024 WIB | Last Updated 2024-03-15T00:45:38Z



Oleh : izzarohman

Manusia punya banyak kekurangan, dan sering merasa kurang. Manusia senang sekali diberi, dan itu membuatnya merasa bisa menjadi lebih baik lagi. Manusia juga senang mengidolakan penuh puja siapa yang ia pandang sempurna, sekalipun itu dalam satu hal saja. Manusia membutuhkan Tuhan yang menghimpun semua kesempurnaan, sekaligus baik kepada manusia yang serba tak sempurna; Tuhan yang menggenggam semua kemuliaan dan keagungan, yang tidak pernah mengecewakan manusia yang memuja.


Dua kali dalam al-Qur’an, manusia diingatkan bahwa Allah adalah al-Majid. Satu di surah al-Buruj ayat 15: Dzul-‘arsyil-majid. (Dialah) Yang Memiliki arasy lagi Mahamulia. Satu di surah Hud ayat 73: innahu hamidun majid. Sungguh Allah Maha Terpuji lagi Mahamulia.


Allah Mahamulia. Dia memiliki kemuliaan yang banyak dan luas. Tak ada kemuliaan dan kesempurnaan selain pasti itu adalah milik-Nya. Kemuliaan-Nya tak kurang-kurang, tak pernah berkurang, dan Dia pun terbebas dari sifat kurang. Dialah satu-satunya yang tepat untuk disifati dengan kesempurnaan. Tak ada yang menyandingi ataupun menandingi.


Allah Maha Pemurah. Banyak sekali pemberian-Nya, luas sekali kebaikan-Nya. Nikmat dan anugerah-Nya tak terhitung oleh manusia. Mengiringi satu nikmat ada banyak sekali nikmat. Saat satu nikmat disebut, nikmat yang lain segera menunggu untuk ikut disebut. Saat satu nikmat dihitung, nikmat yang lain segera mengantri untuk bergabung.


Allah Maha Agung. Setiap sifat-Nya agung. Pengetahuan, kekuasaan, kasih sayang, dan kebijaksanaan-Nya semua sempurna. Firman-Nya agung dan mulia, demikian halnya dengan perbuatan-Nya. Allah saja yang patut disanjung dan diagungkan. Dia satu-satunya yang sempurna untuk dipuji dan dipuja. Segala puji milik-Nya semata.


Hamba al-Majīd tumbuh menjadi pribadi yang memelihara kehormatan, namun tidak gila pujian. Ia tidak mengidolakan manusia, tapi tidak pula senang merendahkan orang lain. Ia gemar memperbaiki kekurangan diri, tanpa mengenal putus asa. Ia mengapresiasi kelebihan orang lain, tanpa iri dengki dan buruk sangka.


“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berkah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan pengikutnya, sebagaimana Engkau curahkan rahmat dan berkah kepada Nabi Ibrahim beserta keluarga dan pengikutnya. Sungguh Engkau hamid majid (Maha Terpuji, Mahamulia).”

=