Notification

×

Iklan

Iklan

AL-MALĪK Ramadan Bersama Asmaulhusna

16 Maret 2024 | Sabtu, Maret 16, 2024 WIB | Last Updated 2024-03-16T03:42:21Z

Oleh: izzarohman

Manusia memerlukan kesadaran tentang Tuhan yang berkuasa secara sempurna, sepenuhnya, selamanya. Dengan begitu ia mendapatkan keyakinan yang tak menyisakan keraguan, tentang kepada siapa ia perlu tunduk dan taat, kepada siapa ia perlu berharap dan mendekat, kepada siapa ia perlu bersandar dan melekat.


Allah adalah al-Malīk. Perhatikan dua ayat terakhir surah al-Qamar (ayat 54-55): innal-muttaqīna fi jannātin wa nahar, fi maq’adi shidqin ‘inda malīkin muqtadir. Sungguh orang-orang bertakwa di taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Sang Maharaja Maha Berkuasa.


Allah adalah Sang Raja. Dia saja yang memiliki hak untuk berkuasa. Tak ada penguasa hakiki selain-Nya. Dialah penguasa satu-satunya.


Allahlah Sang Raja yang sempurna kekuasaan-Nya. Dia kuasa mengatur segalanya selamanya. Kuasa-Nya tidak membutuhkan dukungan, bantuan, pengakuan, ataupun pengesahan. Dia tidak pula memiliki saingan, sandingan, ataupun tandingan dalam masalah kekuasaan.


Allah adalah Maharaja. Kuasa-Nya agung dan meliputi segala sesuatu. Tak ada sesuatu pun kecuali berada dalam kekuasaan-Nya. Tak ada yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Tak ada yang dapat melawan kekuasaan-Nya. Tak ada yang bisa mengurangi, melemahkan, atau melepaskan diri dari kekuasaan-Nya. Hakikatnya tak ada yang bisa jauh ataupun menjauh dari-Nya karena kekuasaan-Nya selalu dekat dan berlaku pada siapa pun. Tak ada pula yang bisa dekat ataupun mendekat kepada-Nya selain karena kuasa-Nya.


Manusia yang menyadari kedudukannya sebagai hamba al-Malīk akan memilih untuk taat secara mutlak hanya kepada-Nya. Ia tidak gila kekuasaan, menjilat penguasa, ataupun silau dengan kekuasaan. Ia rendah hati dan tidak menyombongkan kedudukan. Ia tenang menyikapi kehidupan. Ia mudah menerima kenyataan.


“Ya Allah, bantulah kami menghamba-Mu, mendamba-Mu, dan mendekat kepada-Mu. Engkaulah al-Malīk al-Muqtadir, tak ada yang dapat memasuki surga selain karena kuasa dan kasih-Mu, maka kami memohon penuh harap rida-Mu. Angkatlah kami ke derajat mulia para muttaqin.”

=