Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen FFS Uhamka Beri Edukasi Infeksi Kulit kepada Warga Pulau Kelapa

Kamis, 28 Desember 2023 | 12/28/2023 09:23:00 AM WIB | Last Updated 2023-12-28T02:23:18Z


Serambiupdate.com
 - Tim Dosen Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammaidyah Prof. DR. HAMKA (FFS Uhamka) melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai jenis infeksi kulit yang dapat dialami oleh warga Pulau Kelapa dan cara mengatasinya, di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Minggu (17/12).

 

Tim pengabdian masyarakat ini beranggotakan Oktadio Erikardo dan Rindita selaku dosen FFS Uhamka. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini untuk memenuhi catur dharma perguruan tinggi.

 

Oktadio Erikardo selaku dosen FFS Uhamka menuturkan, iklim tropis dan jenis pekerjaan sebagai nelayan yang dilakukan oleh sebagian penduduk Pulau Kelapa merupakan faktor penting penularan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Ditambah dengan kesadaran sanitasi yang rendah, faktor risiko penularan penyakit infeksi kulit dapat menjadi bertambah.

 

“Beberapa jenis penyakit kulit yang dapat menyerang warga pulau adalah scabies atau kudis, kurap, panu, kutu air, jamur kuku, dan pytriasis alba,” tutur Oktadio.

 

Sementara itu, Rindita selaku dosen FFS Uhamka menyampaikan bahwa secara alami penyakit-penyakit tersebut dapat diatasi dengan menggunakan herbal atau pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat. Contoh tanaman tersebut adalah kunyit yang rimpangnya dapat diparut dan dioleskan pada kulit yang terkena panu, koreng, dan kurap.

 

“Selain itu, daun lamtoro dan sirih dapat direbus dan dipakai mandi untuk mengobati infeksi kulit. Masih banyak lagi jenis tanaman obat yang dapat dibudidayakan warga pulau untuk pengobatan alternatif ketika terjangkit penyakit kulit,” ujar Rindita.

 

Di akhir kegiatan, para dosen mengajak warga untuk sama-sama menjaga kebersihan dengan menghindari kontak dengan orang yang menderita penyakit infeksi kulit dan tidak menggunakan barang pribadi bersama-sama. Jika warga sudah merasakan adanya gejala infeksi kulit, harus segera memeriksakan diri dan mengobatinya sampai tuntas. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan warga lebih sadar akan kebersihan dan kesehatan diri dan juga mampu mencegah serta mengatasi permasalah kulit sehingga akan hidup lebih bersih dan sehat.

=