Kedua kabar baik bagi guru sertifikasi ini, terutama
ditujukan bagi tenaga pendidik yang telah berstatus pegawai Aparatur Sipil
Negara (ASN).Kabar baik bagi guru sertifikasi yang pertama, berkaitan dengan
proses pencairan tunjangan profesi guru (TPG) yang perkembangan terakhirnya
telah ada di laman Info GTK Kemdikbud.
Diketahui, TPG bagi para guru di bawah naungan Kemdikbud
ini, pencairannya dilakukan setiap 3 bulanan atau triwulan.Tunjangan yang
berdasarkan pada Permendikbud nomor 4 tahun 2022 itu, diberikan dengan jumlah
sebesar 1 kali gaji pokok.
Pencairan TPG ini bergantung pada status yang muncul di Info
GTK masing-masing guru, yang menurut info terbarunya telah ada beberapa guru
yang mendapatkan status valid.Jika diperhatikan, terdapat pernyataan “Status
Validasi TPG Valid” dengan keterangan “Sudah Terbit SKTP” yang terdapat dibawah
pernyataan tersebut.
Guru yang bersangkutan dapat merasa lega, karena dapat
dipastikan dana TPG akan segera masuk ke rekening guru tersebut.Bagi guru yang
belum mendapatkan status seperti itu, maka perlu tetap bersabar karena
kemungkinan prosesnya masih berlangsung.
Hal itu karena masih ada juga sejumlah guru yang Info GTK
miliknya tercantum sudah valid, namun ada tambahan keterangan masih harus
menunggu pengusulan oleh operator tunjangan.Apabila terdapat keterangan seperti
itu, maka proses bagi guru tersebut masih dalam tahap pemberkasan, dimana dinas
pendidikan masih memverifikasi berkas yang dikumpulkan.
Selanjutnya, kabar baik kedua yang perlu diketahui oleh guru
sertifikasi adalah berkaitan dengan pencairan tunjangan hari raya
(THR).Diketahui, pada Rabu, 29 Maret 2023, Menkeu, Sri Mulyani telah
mengumumkan tentang adanya tunjangan hari raya bagi guru sertifikasi yang
berstatus ASN.
Sri Mulyani menjelaskan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15
Tahun 2023 THR yang akan dicairkan tersebut berjumlah sebesar gaji pokok dengan
tambahan tunjangan yang melekat, seperti tunjangan keluarga, jabatan
struktural, dan lain-lain.
“Seperti tahun 2022, maka THR tahun ini juga ditambahkan komponen 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang memang mendapatkan tunjangan kinerja,” ucap Menkeu.Pencairan THR akan dilakukan pada H-10 Idul Fitri, namun apabila terdapat kendala teknis, maka pencairannya tetap akan dilakukan dengan waktu setelah hari raya.
(Annisa Nurani/dyl)