Notification

×

Iklan

Iklan

Dekan FAI Uhamka ; FAI Uhamka menjadi Pusat Perluasan Gagasan Islam Wasatiyah

21 April 2023 | Jumat, April 21, 2023 WIB | Last Updated 2023-05-02T01:22:35Z


Serambiupdate.com
 - Ai Fatimah Nur Fuad selaku Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) sekaligus Dosen FAI Uhamka menjadi narasumber dalam acara Teras TVMu di Channel TV Muhammadiyah. Dengan narasumber yang baru, Teras TVMu kini mengangkat tema FAI Uhamka sebagai Pusat Penyebaran Gagasan Islam Wasatiyah tayang pada saluran Televisi TVMu, Jumat (21/4).

 

Pada segmen pertama, Ai Fatimah Nur Fuad mengungkapkan Islam Wasatiyah merupakan nilai dan konsep yang lekat dengan ajaran Islam, karena Islam Wasatiyah telah ada dan tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran dan Hadist yang dikembangkan pemikiran ulama. Selain itu, berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 148, umat Islam merupakan umat pertengahan. Umat pertengahan adalah umat yang dapat menyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

 

“Islam Wasatiyah merupakan sebuah nilai atau konsep yang melekat dalam ajaran Islam karena nilai Wasatiyah ada dan tercantum dalam ayat Al-Quran serta hadist nabi, kemudian dikembangkan oleh pemikiran ulama. Misalnya dalam Al-Baqarah ayat 14 yang memaknai bahwa kita ini adalah umat yang mampu menyetarakan antara urusan dunia dan urusan akhirat,” pungkas Ai.

 

Selanjutnya, Perguruan Tinggi Islam memiliki tanggung jawab dalam mengimplementasikan Islam Wasatiyah melalui gagasan yang dirangkum dalam produk akademik, sehingga mahasiswa dapat menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan masyarakat. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam Islam Wasatiyah meliputi At-Tawazun yang merupakan sikap seimbang yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari, toleran, adil, menghilangkan kesulitan, dan seimbang dalam melontarkan pemikiran tentang Islam.

 

“Islam Wasatiyah memiliki lima karakteristik, diantaranta At-Tawazun yaitu sikap menyeimbangkan diri dalam setiap perilaku di kehidupan sehari, toleran, adil, menghilangkan kesulitan, serta seimbang dalam menyampaikan pemikiran tentang Islam. Perguruan Tinggi Islam tentunya memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter-karakter itu pada mahasiswa melalui produk akademik yang digagaskan oleh dosen amupun tenaga kependidikan. Dari situ lah nantinya mahasiswa akan menyebarkan nilai-nilai tersebut di kehidupannya sehari-hari,” ujar Ai Fatimah.

 

Islam itu tidak hanya soal keagamaan, tetapi juga sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu yang dimaksud Islam Wasatiyah, bukan hanya beribadah dan khutbah dengan seimbang tetapi juga segala perkara sebaik-baiknya adalah yang ada pertengahan, sehingga pertengahan disini mengandung keadilan, sikap yang toleran dan kebaikan kemaslahatan untuk banyak orang yang menjadikan manusia tidak merugikan manusia lainnya atau komunitas agama lainnya dan ini pesan yang sangat penting dalam Islam Wasatiyah. Dalam hal ini tentu persoalan sosial yang menyangkut perempuan dan pendidikan anak itu adalah bagian dari implementasi Islam Wasatiyah. Kemudian yang harus diterapkan dalam kehidupan Islam Wasatiyah diantaranya persoalan pendidikan, ekonomi, dan politik.

 

"Di dalam dakwah Muhammadiyah bukan hanya spiritual seperti sholat dan pengajian, tetapi juga melalui pembangunan ratusan rumah sakit dan ribuan lembaga pendidikan serta lembaga lainnya seperti untuk menangani kasus Covid-19 yaitu ada Covid Center, ada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) adalah nama lain dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah  dan seterusnya. Ini bagian dari Muhammadiyah turut mengimplementasikan Islam Wasatiyah ditengah situasi dan kebutuhan masyarakat. Muhammadiyah tidak pernah melihat background ras, suku, agama, dan gender tertentu. Jadi semua yang membutuhkan uluran tangan maka MDMC akan hadir," tutur Ai.

 

Kemudian, Ai juga menyebutkan tantangan dalam mengimplementasikan Islam Wasatiyah ialah hidup yang semakin kompleks, misalnya sosial media atau era digital yang mengahdirkan isu-isu baru seperti kebohongan informasi seperti persoalan agama, ekonomi dan politik. Dalam hal ini maka harus mencari cara untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap hal-hal yang akurat dan benar secara agama. Selanjutnya adalah dikalangan komunitas tertentu ada yang sangat ekstrim purifikasi nya dan orang yang cenderung terhadap politik yang mengabaikan unsur lainnya. Maka dalam hal ini Islam Wasatiyah mengajarkan untuk menjadi gerakan yang moderat, maka peran Muhammadiyah hadir dengan Islam Wasatiyah sebagai gagasan yang konkrit untuk diterapkan di masyarakat.

 

"Dan Alhamdulillah di Fakultas Agama Islam (FAI) Uhamka memiliki tiga prodi ada perbankan syari'ah, pendidikan bahasa Arab dan pendidikan agama Islam yang dalam pengajarannya kami aktif melakukan catur dharma perguruan tinggi. Lewat catur dharma perguruan tinggi ini kami berusaha melakukan implementasi Islam Wasatiyah. Bukan hanya proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa di dalam kelas, tetapi kami melakukan diseminasi Islam Wasatiyah melalui penelitian dan publikasi. Lewat artikel-artikel ilmiah baik di jurnal nasional dan internasional, melalui buku yang memiliki ISBN, HKI bahkan hak paten dan itu kami melakukan penyebaran gagasan Islam Wasatiyah melalui FAI Uhamka. Selanjutnya melalui Al Islam Kemuhammadiyahan kami melakukan aktivitas-aktivitas ke-Islaman dengan selalu berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam Wasatiyah. Perlu diketahui kami di Uhamka juga selalu melakukan kolaborasi antar prodi dalam penyebarluasan gagasan Islam Wasatiyah," tutup Ai.

=