Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi Minta Lembaga Pendidikan Perkuat Edutech

Selasa, 27 Juli 2021 | Selasa, Juli 27, 2021 WIB | Last Updated 2021-07-28T09:53:38Z

 

Serambiupdate.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 merupakan rangkaian dari distrupsi. Dunia pendidikan juga telah mengalami distrupsi. Oleh karena itu, Jokowi meminta agar para lembaga pendidikan memperkuat edutech.


"Lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institution. Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, digital learning bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa," tutur Jokowi saat memberikan arahan dalam acara Forum Rektor Indonesia 2011 melalui siaran vitrual, Selasa (27/7).


Jokowi pun mengingatkan hal yang terpenting saat ini adalah memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapun dan tentang apapun. Pembelajaran dari para praktisi termasuk pelaku industri pun sangat penting untuk difasilitasi.

 

Jokowi menyampaikan, "Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. eksposur mahasiswa dan dosen kepada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan,"


Pengajar dan mentor dari pelaku industri magang mahasiswa ke dunia industri dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus harus ditambah. Termasuk kata dia organisasi praktisi lainnya juga harus diajak berkolaborasi.


Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta kepada para rektor bahwa lembaga pendidikan tinggi harus bekerja untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa. Lalu memecahkan masalah-masalah sosial dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta dengan inovasi secara berkelanjutan.


Perspektif kewirausahaan, menurut Jokowi, juga sangat penting agar perguruan tinggi bisa melakukan upaya secara berkelanjutan. Selain memperkokoh karakter kebangsaan berdasarkan Pancasila, kata Jokowi para mahasiswa harus dididik dalam ekosistem tersebut.


"Ekosistem yang mendorong sosioteknoenopreneur, memecahkan masalah sosial dengan memanfaatkan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan," ungkapnya.


Dia pun meminta agar mahasiswa diberikan fasilitas. Sehingga mahasiswa bisa bersaing di pasar kerja. "Harus mampu menjadi industriawan yang menciptakan lapangan kerja, mampu meningkatkan status sosialnya membuat dirinya naik kelas dan menjadikan UMKM Indonesia juga naik kelas bersama-sama. Itulah semangat sosioteknoenopreneur yang tadi saya katakan," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update