Oleh : Ade Hikmat
Hari
lahir bukan sekadar bertambah angka usia, tapi juga bertambah jejak amal,
bertambah pengalaman, dan mudah-mudahan bertambah dekat hati kita kepada Allah
SWT. Di hari yang penuh syukur ini, kami mengucapkan selamat milad kepada sosok
yang dikenal kalem menghanyutkan, teduh pembawaannya, santun ucapannya, tapi
geraknya… MasyaAllah, kenceng kayak motor dinas abis isi bensin full.
Kalau biasanya
orang lain banyak ngomong baru kerja, beliau mah kebalikannya. Sedikit bicara,
banyak bekerja. Kadang orang sampe bingung, “Pak Edi ke mana?” Eh tahu-tahu
program jalan, kegiatan sukses, laporan beres, jamaah senyum semua. Begitulah
ciri orang ikhlas. Geraknya halus, tapi manfaatnya terasa sampe jauh. Ibarat
kopi tubruk Betawi, gak banyak gaya, tapi nikmatnya nempel di hati.
Dalam
kehidupan Persyarikatan Muhammadiyah, beliau dikenal punya komitmen yang kuat.
Bukan tipe yang semangat pas difoto doang. Tapi istiqamah dalam pengabdian,
hadir saat dibutuhkan, dan tetap tenang walau tugas numpuk kayak cucian habis
lebaran. Sikap seperti ini mengajarkan bahwa perjuangan itu gak perlu selalu
ribut. Karena padi makin berisi makin merunduk, bukan makin bikin status tiap
lima menit.
Kami
percaya, pengabdian yang tulus itu dicatat Allah SWT sebagai amal jariyah yang
terus mengalir. Setiap tenaga, pikiran, waktu, bahkan lelah yang dipersembahkan
untuk dakwah dan pendidikan umat, insyaAllah menjadi cahaya di dunia dan
akhirat.
Sebagaimana
firman Allah SWT:
"Dan
katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga
Rasul-Nya dan orang-orang mukmin."
(QS. At-Taubah: 105)
Ayat
ini seperti menggambarkan prinsip hidup beliau: kerja nyata, kerja ikhlas,
kerja tuntas. Gak banyak pencitraan. Karena yang penting bukan siapa yang
paling sering tampil, tapi siapa yang paling banyak memberi manfaat.
Di
usia yang terus bertambah (jatah berkurang) ini, semoga Allah SWT:
- melimpahkan kesehatan lahir batin,
- memanjangkan umur dalam keberkahan,
- memudahkan segala urusan,
- mengokohkan langkah dalam dakwah
Persyarikatan Muhammadiyah,
- serta menjadikan setiap detik
kehidupan bernilai ibadah.
Mudah-mudahan
juga tetap diberi kesabaran menghadapi rapat panjang yang kadang lebih panjang
dari antrean sembako murah. Tapi begitulah perjuangan, kalau kata orang Betawi:
“Kerja buat umat jangan banyak ngeluh, bang… ntar pahala kabur ngumpet.”
Semoga
senyum teduh dan ketenangan beliau terus menjadi energi bagi banyak orang.
Sebab ada orang yang hadirnya bikin suasana ribut, tapi ada juga yang hadirnya
bikin hati adem. Nah, beliau ini masuk golongan kedua. Datang pelan, ngomong
seperlunya, tapi bikin orang hormat tanpa diminta.
Akhir
kata, selamat milad, Babeh Doktor ESu,
Teruslah menjadi pelita dalam sunyi, penggerak dalam ketenangan, dan teladan
dalam pengabdian.
Barakallahu
fii umrik.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dalam rahmat dan ridha-Nya.
“Kalem
bukan berarti diem,
Sedikit bicara bukan berarti gak berkarya.
Kadang yang paling banyak manfaatnya, justru yang paling sedikit bunyinya.”
1. Untuk
Dr. Edi Sukardi, M.Pd (Babeh ESu)
Engkau hadir membawa keteduhan,
Diammu penuh makna dan keteladanan,
Ikhlas bekerja tanpa banyak bicara,
Sedikit bicara, banyak kerjanya,
Usia bertambah semoga makin berkah,
Kalem wajahnya bikin hati nyaman,
Amanah dijaga dengan kesungguhan,
Rendah hati walau tinggi ilmunya,
Dakwah dijalani dengan ketulusan hati,
InsyaAllah setiap langkah menjadi ibadah,
2. Untuk
Dr. Edi Sukardi, M.Pd, (Babeh ESu)
Elegant dalam sikap, sederhana dalam kehidupan.
Dedikasi nyata terasa dalam setiap pengabdian.
Istiqamah melayani umat dan sesama.
Santun pembawaannya, luas manfaatnya.
Umur dipenuhi rahmat dari Allah.
Kayak angin sore Betawi abis hujan… adem bener, Bang.
Adab dan ilmu berjalan beriringan.
Ramah senyumnya menghangatkan suasana.
Dalam sunyi tetap memberi inspirasi.
Indah pengabdian, mulia hidup penuh berkah.
Barakallahu
fii umrik, Pak Edi Sukardi.
Semoga sehat selalu, panjang umur dalam kebaikan, dan terus menjadi teladan
dalam dakwah serta pengabdian.
