Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik. Hingga saat ini, motif penyerangan masih belum dapat dipastikan.
Menurut keterangan, pelaku membawa senjata api yang disembunyikan di dalam tasnya sebelum akhirnya masuk ke area sekolah dan melepaskan tembakan secara acak di dua ruang kelas. Akibat insiden tersebut, sejumlah korban mengalami luka serius dan harus menjalani tindakan operasi.
“Sebanyak enam korban masih dalam kondisi kritis dan sedang menjalani operasi intensif,” ujar Unluer.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaku ditemukan tewas di lokasi kejadian. Namun, belum dapat dipastikan apakah kematian tersebut disebabkan oleh tindakan bunuh diri atau akibat situasi kacau saat insiden berlangsung.
Lebih lanjut, Unluer menduga bahwa senjata yang digunakan kemungkinan berasal dari milik ayah pelaku, yang diketahui merupakan mantan anggota kepolisian. Pelaku dilaporkan membawa sejumlah senjata api dan amunisi dalam jumlah besar ke dalam lingkungan sekolah.
“Senjata yang digunakan diduga milik orang tua pelaku, dan yang bersangkutan datang dengan membawa beberapa senjata api beserta magasin,” tambahnya.
DYL