Notification

×

Iklan

Iklan

Pontianak Capai Rata-rata Lama Sekolah 10,48 Tahun, Tertinggi di Kalbar

04 Februari 2026 | Rabu, Februari 04, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-04T08:36:02Z

 


Serambiupdate.com 
- Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui kebijakan pendidikan jangka panjang. Salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah rata-rata lama sekolah yang telah mencapai 10,48 tahun, tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat.

 

“Kami bersyukur atas capaian tersebut, dan Pemerintah Kota menargetkan program wajib belajar 13 tahun mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Namun, selain durasi pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran juga harus terus menjadi perhatian,” tutur Edi.

 

Menurut Edi Rusdi Kamtono selaku Wali Kota Pontianak, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia akan memberikan dampak langsung terhadap kemajuan daerah. Melalui pendidikan yang berkualitas, masyarakat memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi. Upaya tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak secara berkelanjutan.

 

Edi menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus didukung oleh aspek kesehatan. Salah satu program yang dinilai memberikan dampak besar adalah Program Makan Gizi Gratis, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup serta potensi kecerdasan mereka.

 

“Dampaknya sangat signifikan, khususnya terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak. Ke depan, Badan Gizi Nasional akan melakukan survei untuk mengkaji pengaruh program ini terhadap tingkat kecerdasan anak-anak,” jelasnya.

 

Untuk mendorong peningkatan partisipasi sekolah hingga jenjang pendidikan tinggi, Pemerintah Kota Pontianak memfokuskan perhatian pada pemenuhan akses pendidikan. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, baik di sekolah negeri, swasta, maupun madrasah, terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan dari aspek kesejahteraan. Pendidikan dan kesehatan dipandang sebagai landasan utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Pemerintah Kota terus menyediakan layanan pendidikan gratis pada jenjang SD dan SMP sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, sekaligus memberikan berbagai kemudahan serta bantuan lainnya guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

 

“Kalau akses dan kesejahteraan kita perkuat, maka partisipasi pendidikan akan naik. Inilah yang ingin terus kita dorong agar Pontianak memiliki SDM yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Edi.

 

adp

=