Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.000 satuan
pendidikan di seluruh Indonesia tahun 2026 guna percepatan penanganan sekolah
rusak dan peningkatan mutu pendidikan nasional.Optimistis selesai sebelum 2029, bahkan 2027 jika konsisten
71.000 per tahun. Selain itu, bantuan IFP menjangkau 288.186 sekolah termasuk
Papua, bekerja sama TNI-Polri, plus program nonfisik untuk kuatkan kualitas
pendidikan dan pemerataan layanan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof.
Abdul Mu’ti menyatakan program ini didukung anggaran APBN 2026 lebih dari Rp14
triliun, diperluas dari 11.000 menjadi 71.000 satuan pendidikan berkat komitmen
Presiden RI. Fokus utama pada pembangunan fisik gedung sekolah, mengingat lebih
dari 100.000 sekolah nasional masih membutuhkan perbaikan.
“Anggaran Rp14 triliun lebih untuk 11.000 satuan pendidikan
sudah aman. Insya Allah ditambah 60.000 setelah komunikasi dengan Presiden,
total 71.000 satuan pendidikan direvitalisasi,” ucap Prof. Mu’ti.
Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan
Asta Cita keempat tentang penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas.
Dibanding 2025 (16.175 sekolah, Rp16,9 triliun), target 2026 lebih masif untuk
akselerasi pembangunan yang tertunda.
“Slot 2026 fokus pembangunan gedung karena banyak sekolah
rusak. Perlu diakselerasi setelah bertahun-tahun minim masif, terutama untuk Bantuan
sarana seperti laboratorium dan mebel masih dimungkinkan meski bukan prioritas
utama.” ujarnya.
Afni
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.000 satuan
pendidikan di seluruh Indonesia tahun 2026 guna percepatan penanganan sekolah
rusak dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Optimistis selesai sebelum 2029, bahkan 2027 jika konsisten
71.000 per tahun. Selain itu, bantuan IFP menjangkau 288.186 sekolah termasuk
Papua, bekerja sama TNI-Polri, plus program nonfisik untuk kuatkan kualitas
pendidikan dan pemerataan layanan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof.
Abdul Mu’ti menyatakan program ini didukung anggaran APBN 2026 lebih dari Rp14
triliun, diperluas dari 11.000 menjadi 71.000 satuan pendidikan berkat komitmen
Presiden RI. Fokus utama pada pembangunan fisik gedung sekolah, mengingat lebih
dari 100.000 sekolah nasional masih membutuhkan perbaikan.
“Anggaran Rp14 triliun lebih untuk 11.000 satuan pendidikan
sudah aman. Insya Allah ditambah 60.000 setelah komunikasi dengan Presiden,
total 71.000 satuan pendidikan direvitalisasi,” ucap Prof. Mu’ti.
Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan
Asta Cita keempat tentang penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas.
Dibanding 2025 (16.175 sekolah, Rp16,9 triliun), target 2026 lebih masif untuk
akselerasi pembangunan yang tertunda.
“Slot 2026 fokus pembangunan gedung karena banyak sekolah
rusak. Perlu diakselerasi setelah bertahun-tahun minim masif, terutama untuk Bantuan
sarana seperti laboratorium dan mebel masih dimungkinkan meski bukan prioritas
utama.” ujarnya.
Afni