Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendikdasmen Akselerasi Revitalisasi 71.000 Sekolah pada 2026

09 Januari 2026 | Jumat, Januari 09, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-09T02:37:39Z
Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia tahun 2026 guna percepatan penanganan sekolah rusak dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

 

Optimistis selesai sebelum 2029, bahkan 2027 jika konsisten 71.000 per tahun. Selain itu, bantuan IFP menjangkau 288.186 sekolah termasuk Papua, bekerja sama TNI-Polri, plus program nonfisik untuk kuatkan kualitas pendidikan dan pemerataan layanan nasional.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menyatakan program ini didukung anggaran APBN 2026 lebih dari Rp14 triliun, diperluas dari 11.000 menjadi 71.000 satuan pendidikan berkat komitmen Presiden RI. Fokus utama pada pembangunan fisik gedung sekolah, mengingat lebih dari 100.000 sekolah nasional masih membutuhkan perbaikan.

 

“Anggaran Rp14 triliun lebih untuk 11.000 satuan pendidikan sudah aman. Insya Allah ditambah 60.000 setelah komunikasi dengan Presiden, total 71.000 satuan pendidikan direvitalisasi,” ucap Prof. Mu’ti.

 

Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan Asta Cita keempat tentang penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas. Dibanding 2025 (16.175 sekolah, Rp16,9 triliun), target 2026 lebih masif untuk akselerasi pembangunan yang tertunda.

 

“Slot 2026 fokus pembangunan gedung karena banyak sekolah rusak. Perlu diakselerasi setelah bertahun-tahun minim masif, terutama untuk Bantuan sarana seperti laboratorium dan mebel masih dimungkinkan meski bukan prioritas utama.” ujarnya.

 

Afni

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia tahun 2026 guna percepatan penanganan sekolah rusak dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

 

Optimistis selesai sebelum 2029, bahkan 2027 jika konsisten 71.000 per tahun. Selain itu, bantuan IFP menjangkau 288.186 sekolah termasuk Papua, bekerja sama TNI-Polri, plus program nonfisik untuk kuatkan kualitas pendidikan dan pemerataan layanan nasional.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menyatakan program ini didukung anggaran APBN 2026 lebih dari Rp14 triliun, diperluas dari 11.000 menjadi 71.000 satuan pendidikan berkat komitmen Presiden RI. Fokus utama pada pembangunan fisik gedung sekolah, mengingat lebih dari 100.000 sekolah nasional masih membutuhkan perbaikan.

 

“Anggaran Rp14 triliun lebih untuk 11.000 satuan pendidikan sudah aman. Insya Allah ditambah 60.000 setelah komunikasi dengan Presiden, total 71.000 satuan pendidikan direvitalisasi,” ucap Prof. Mu’ti.

 

Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan Asta Cita keempat tentang penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas. Dibanding 2025 (16.175 sekolah, Rp16,9 triliun), target 2026 lebih masif untuk akselerasi pembangunan yang tertunda.

 

“Slot 2026 fokus pembangunan gedung karena banyak sekolah rusak. Perlu diakselerasi setelah bertahun-tahun minim masif, terutama untuk Bantuan sarana seperti laboratorium dan mebel masih dimungkinkan meski bukan prioritas utama.” ujarnya.

 

Afni

=