Notification

×

Iklan

Iklan

Refleksikan 66 Tahun Perjalanan Uhamka, Rektor Bertekad Bangun Transformasi Pendidikan Bertaraf Internasional

05 Desember 2023 | Selasa, Desember 05, 2023 WIB | Last Updated 2023-12-06T02:23:07Z

 


Serambiupdate.com
Dalam rangka merefleksikan perjalanan Uhamka dalam masa 66 tahun, Prof Gunawan Suryoputro menjadi narasumber Teras TvMu dengan tema “Refleksi 66 Tahun Milad Uhamka, Uhamka Mendidik: Ikhtiar Menyelamatkan Semesta” yang tayang di Platform TvMuhammadiyah, Selasa (5/12).


Pada segmen pertama, Rektor Uhamka menerangkan kias 66 tahun Uhamka telah berdiri, dengan bermulakan sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) pada 1957. Kegigihan Stakeholder saat itu membawa PTPG ini berubah menjadi Institusi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Jakarta pada 1979. Seiring berjalannya waktu, kampus Islami ini berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Hingga saat ini Uhamka berhasil menjaga eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi dan unggul. Keunggulan ini menuntut adanya peningkatan dari kuantitas dan kualitas.


“Uhamka telah membangun peradabannya sejak 66 tahun lalu, melalui fokus perguruan tinggi ini telah meluluskan guru-guru muda yang berkualitas. Saat ini Uhamka telah berhasil meluluskan generasi yang unggul di berbagai bidang. Begitupun dengan tantangan yang dihadapi oleh Uhamka diantaranya peningkatan kualitas, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga kualitas pembelajarannya,” ujar Prof Gunawan.


Selain itu, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyah (PTMA), Uhamka turut serta mendorong implementasi Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIKA) dalam kehidupan Civitas Akademika, khususnya mahasiswa melalui berbagai program unggulan, diantaranya integrasi keilmuan, pendalaman buku ajar, integrasi tema pada penelitian dosen, serta pengabdian masyarakat dengan unsur AIKA di dalamnya.


“Salah satu implementasi utama yang sering digaungkan oleh Uhamka adalah refleksi teologi tema Surat Al-Maun. Kita dorong agar mahasiswa dapat memberdayakan keluarga dhuafa secara ekonomi sehingga keluarga tersebut bisa mandiri secara finansial. Ini dampaknya akan luas, bukan hanya untuk keluarga dhuafa tersebut, tapi juga bagaimana kita membentuk lulusan yang memiliki kepedulian sosial dan bertanggung jawab terhadap masyarakat,” lanjut Prof Gunawan.


Di segmen ketiga, Prof Gunawan menerangkan Uhamka terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri untuk menciptakan output berupa riset bersama. Dari kolaborasi ini, diharapkan Uhamka memeroleh Matching fund dan menjadi aspek peningkatan kualitas SDM Uhamka dalam rangka internasionalisasi kampus.


“Saat ini uhamka baru saja berkolaborasi dengan Sofia University, dari situ kami bertekat untuk membangun sebuah Pusat Transformasi dengan Fokus pada Islam Moderat dan Kepemimpinan Wanita. Hal ini kami upayakan dalam rangka internasionalisasi kampus yang berkemajuan,” tutur Prof Gunawan.


Pada akhir sesi, Prof Gunawan berharap Uhamka dapat merefleksikan 66 tahun berdirinya Uhamka melalui pengembangan sumber daya dan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan peradaban dengan kompetensi yang mengagumkan.

=