Notification

×

Iklan

Iklan

Tekankan Pentingnya Peran Perempuan, Dekan FAI Uhamka Suarakan Emansipasi di Konferensi OKI

09 November 2023 | Kamis, November 09, 2023 WIB | Last Updated 2023-11-09T05:36:55Z

 


Serambiupdate.com - Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FAI Uhamka), Ai Fatimah Nur Fuad diundang menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional bertajuk Perempuan dalam Islam: Status dan Pemberdayaan.  Konferensi ini diadakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia, pada tanggal 6-8 November 2023 di Jeddah.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization for Islamic Cooperation (OIC) merupakan organisasi terbesar kedua di dunia, setelah United Nations (UN). OKI fokus menguatkan solidaritas dan kerjasama antar negara-negara anggota yang berjumlah 57 negara.

Dalam konferensi tersebut, Ai Fatimah Nur Fuad mempresentasikan paper-nya dalam sesi panel ke-5, dengan topik “Equal opportunities to education between men and women in the Muslim world”, Rabu (8/11).

Dalam Sesi tersebut, Ai Fatimah Nur Fuad merupakan representasi dari Indonesia dan duduk berdampingan dengan pembicara dari negara OKI lainnya, yaitu Afghanistan, Saudi Arabia, Mauritania, dan Gambia. Selain sebagai Dekan FAI UHAMKA, Ai Fatimah juga dikenalkan oleh moderator sebagai anggota Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Pusat MUI, bidang Hubungan dan Kerjasama Internasional.

Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya kesetaraan Pendidikan untuk perempuan di negara-negara Muslim. Perempuan terdidik akan berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan di negara-negara Muslim.

“Kehadiran banyak perempuan terdidik dalam satu negara akan secara efektif turut menghapus kekerasan gender, diskriminasi, dan praktek patriarkis lainnya. Selain itu, tentu akan membuat masyarakat Muslim lebih inklusif, egaliter, dan maju,” ujarnya.

Konferensi Internasional yang digelar di Hotel Hilton Jeddah ini menghadirkan banyak Menteri dari negara-negara anggota OKI, termasuk diantaranya kehadiran Menteri Luar negeri Indonesia, Retno Marsudi. Selain para Menteri, konferensi ini juga dihadiri oleh banyak perwakilan organisasi dunia, akademisi dan organisasi civil society dari berbagai negara. Kehadiran mereka sangat penting untuk menguatkan penguatan posisi dan kontribusi perempuan melalui pemberdayaan berkelanjutan yang didukung oleh kebijakan dan komitmen politik yang kuat dari pemimpin negara-negara anggota OKI.

=