Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Budaya, Pelajar dan Maestro Seni Rayakan Gerak Budaya Tapal Kuda di Probolinggo

07 November 2023 | Selasa, November 07, 2023 WIB | Last Updated 2023-11-07T03:44:34Z

Serambiupdate.com Kabupaten serta Kota Probolinggo ialah bagian dari daerah Tapal Kuda yang warga serta budayanya terbuka, hibrid, serta dinamis.

 

Pengaruh budaya Madura, Jawa, Tionghoa, Arab, serta Eropa memberi warna ekspedisi warga Probolinggo dari waktu ke waktu, dari masa kerajaan, kolonial, sampai pascakolonial.

 

Kenyataan seperti itu yang mendesak Kemendikbudristek memilah Kabupaten serta Kota Probolinggo selaku salah satu posisi penerapan event multibentuk Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK).

 

GGBTK sendiri bertujuan memperluas serta meningkatkan macam seni, ritual, pengetahuan serta teknologi tradisional, dan ekspresi kultural lain di Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, serta Banyuwangi.


Rangkaian GGBTK ini akan dilaksanakan di Probolinggo, Tepatnya di Alun- alun Kraksaan, Probolinggo, Sabtu (4/11).

 

“Pesan yang hendak kami sampaikan adalah bagaimana kita melestarikan macam budaya sebagai benteng bangsa. Oleh sebab itu, kami mengaitkan para pelajar SMP dengan tujuan membagikan pengalaman kreatif supaya mereka berkenan buat terus meningkatkan macam seni Probolinggoan,” ungkap Ghanesya Hari Murti, panitia GGBTK di Probolinggo di sela- sela memantau persiapan. Kegiatan ini akan berlangsung dari pagi hari dengan pameran batik dan produk UMKM, dilanjutkan pada malam hari pukul 19.00 dilaksanakan pertunjukan seni dan diskusi budaya.

 

Sebagai rangkaian kegiatan budaya, GGBTK diharapkan bisa menjadi energi dalam pemajuan kebudayaan melalui kerja-kerja gotong-royong. Perhelatan GGBTK di Probolinggo akan menyuguhkan pertunjukan ragam seni, pameran batik kuno, bincang budaya bersama maestro, dan pameran UMKM. Menu pertunjukan seni yang disiapkan oleh panitia adalah tari kiprah glipang, re rere, ongge, jebbing torsu, reng girsereng, dan tari dari etnis Tionghoa. Pertunjukan ragam tari tersebut dikembangkan oleh sanggar seni dan sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Adapun mayoritas penampilnya adalah pelajar SMP, selain para maestro tari di Probolinggo.

(Zahra F/Dyl)

=