Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenag Dorong Pengembangan Kompetensi Guru Agama

14 November 2023 | Selasa, November 14, 2023 WIB | Last Updated 2023-11-14T06:49:05Z

Serambiupdate.com Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) menjadi salah satu hal yang sedang dirancang oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk para pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek).

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada 13.000 guru untuk mengembangkan keterampilan secara nasional dalam bidang pengajaran maupun profesional.


Selama sepuluh hari mulai tanggal 22 November s.d 1 Desember 2023, kegiatan Bimtek tersebut akan dilakukan secara online.


Muhammad Ali Ramdhani sebagai Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag menuturkan bahwa Kementerian Agama memiliki kewajiban untuk mengelola Pendidikan Agama di sekolah umum sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.


“Para pengajar PAI diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan masing-masing secara berkala. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengembangan keterampilan pengajar yang menjadi naungan Kementerian Agama,” tuturnya.


PPKB pendidik mengarah pada Peraturan Menteri Agama nomor 38 tahun 2018 yang menegaskan tiga aspek pokok, yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif dalam bidang pengajaran dan profesional.


“Pengembangan keterampilan guru menjadi fokus utama dalam program PPKB ini. Pelatihan perencanaan pembelajaran, model pembelajaran, serta penilaian pembelajaran menjadi bentuk program dalam bidang pengajaran. Sedangkan kategori profesional berisi pendalaman materi PAI dan moderasi beragama, publikasi ilmiah, serta karya inovatif,” ungkap Dhani.


Amrullah sebagia Direktur Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa 13.000 guru agama yang telah mengikuti PK daring dan tercatat di Siaga, mendapatkan porsi Bimtek PPKB.


“Pada program ini, sejumlah 13.000 pendidik telah mengikuti PK secara daring dengan banyak kelas mencapai 650. Data ini dapat dilihat melalui akun Siaga masing-masing pengajar,” kata Amrullah.


Bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama dengan memakai program Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, bersama dengan Learning Management System (LMS) menerapkan pendekatan sinkronus dan asinkronus, dengan harapan dapat membuahkan hasil pada perkembangan keterampilan para guru agama.


(Sheva ZS/Dyl)

=