Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendikbud Miliki Target 500.000 Mahasiswa Ikut MBKM Mandiri pada 2024

Kamis, 12 Oktober 2023 | 10/12/2023 10:16:00 AM WIB | Last Updated 2023-10-12T03:16:40Z

 


Serambiupdate.com
- Perguruan tinggi yang melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri mengalami perkembangan dengan jumlah 60 persen dalam setahun, yaitu pada tahun 2022 sejumlah 576 perguruan tinggi dan meningkat pada 2023 menjadi 921 perguruan tinggi dan mahasiswa yang mengikuti MBKM sejak 2020 sampai dengan 2022 tercatat berjumlah 241.000 mahasiswa, sedangkan pada tahun 2023 tercatat berjumlah sebesar 257.000 mahasiswa.

 

Kepala Bidang Kampus Merdeka Mandiri (KMM) Kemendikbud Ristek, Dessy Aliandrina mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh dari Survei MBKM Mandiri yang dilakukan oleh KMM pada September 2023 menyusul surveipada tahun 2022.

 

“Dari jumlah mahasiswa yang terlibat pada tahun 2023 saja melebihi akumulasi selama 2020 sampai dengan 2023,” ungkap Dessy.

 

Menurut Dessy, perkembangan MBKM Mandiri ini disebabkan oleh internalisasi MBKM Mandiri yang dilakukan oleh KMM, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud Ristek dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Untuk dapat mengejar target sebanyak 500.000 mahasiswa yang mengikuti MBKM Mandiri pada 2024, KMM, Belmawa, dan LLDikti terus melakukan Sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek) dan MSD. Lalu nantinya akan diusulkan dengan pendirian  Klinik MBKM di seluruh wilayah LLDikti di Indonesia.


“Sosialisasi adalah pengenalan mengenai MBKM, yang diharapkan peserta MBKM dapat mengerti filosofi, dasar hukum, dan perlunya MBKM Mandiri. Bimbingan Teknis ditujukan kepada perguruan tinggi yang sudah memahami MBKM tetapi masih perlu bimbingan dalam pelaksanaannya. Bimtek berfokus pada perguruan tinggi supaya bisa mendesain kurikulum MBKM. MSD adalah ajang perbincangan antara perguruan tinggi dengan para pihak di luar perguruan tinggi  seperti lembaga pemerintahan, organisasi bisnis, organisasi sosial dan kemasyarakatan yang berpotensi menjadi mitra untuk perguruan tinggi dalam melaksanakan MBKM Mandiri,” ujar Dessy.

 

Dalam MBKM, program kemitraan sangat pentig. Perguruan tinggi membutuhkan mitra untuk member kesempatan belajar maksimal tiga semester di luar program studi.

 

(Intan Isliyah/adp)


=