Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa UMM Inovasikan Alat Pendeteksi Udara di Perkotaan

21 Agustus 2023 | Senin, Agustus 21, 2023 WIB | Last Updated 2023-08-21T04:45:55Z

Serambiupdate.com Taris Fakhran Hawari dan Muhammad Nur Rakhmansyah Mahasiswa Prodi Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginovasikan alat penguji kualitas udara di perkotaan. Alat ini dirancang untuk melihat kualitas udara yang baik atau buruk.


Taris Fakhran mengungkapkan alat pendeteksi udara merupakan inovasi yang dikembangkan dengan menilai kualitas udara di perkotaan. Selain itu, ia juga mengembangkan alat berupa berbasis internet of thinks (IoT) untuk mengevaluasi dalam mengambil keputusan.


“Alat ini dapat menangkap kualitas udara diantaranya CO2, CO, dan NH4,” ujar Taris, dilansir Beritasatu.com, Minggu (20/8).


Adapun alat ini memiliki sensor MQ-135, DHT 11 yang berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban, serta NodeMCU ESP8266 untuk mikrokontroler dan modul wifi sehingga sistem dapat mendeteksi udara pada suatu kota.


Pada sistem LED memiliki 10 bagian yang keluarannya berupa perhitungan logika fuzzy yang diaplikasikan dalam user interface LED hijau, kuning dan merah. Fuzzy logic sendiri memiliki batasan dari gas yang dinilai.


Selanjutnya, ia menyatakan pemantauan radar udara dapat dilakukan secara langsung melalui web atau aplikasi. LED berwarna hijau terindikasi udara yang baik. Tampilan pada aplikasi juga menyatakan kualitas udara baik. LED kuning akan aktif apabila udara berkualitas sedang, dan LED akan berwarna merah jika udara berkualitas buruk.


“Alat pendeteksi udara ini baru kita jajal di sekitar daerah Kota Malang, khususnya di jalan Sigura-gura yang merupakan area crowded di jalan Sigura. Jadi belum kita aplikasikan di daerah lain. Kita membutuhkan alat yang cukup banyak untuk menguji kualitas udara daerah lain,” imbuh Taris. 

DYL
=