Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Doktoral Bahasa Indonesia FPBS UPI Turun Kelapangan Berbagi Pengalaman dan Pengetahun

15 Mei 2023 | Senin, Mei 15, 2023 WIB | Last Updated 2023-05-25T01:56:07Z


Serambiupdate.com
- Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama mahasiswa Program Doktor Bahasa Indonesia angkatan 2022 laksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Pelatihan Literasi Pembelajaran Berbasis Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Garut yang diketuai oleh Dr. Yeti Mulyati dan terlaksana secara langsung di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Garut, Jawa Barat (13-14/5).

 

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Dr. Andoyo Sastromiharjo selaku ketua Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Yeti Mulyati selaku Ketua Pelaksana PKM, Darpan, M.Pd selaku pengawas SMA di Kabupaten Garut sekaligus mewakili Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Iyus Yusandi selaku ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kab. Garut, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sekabupaten Garut, serta mahasiswa Program Doktor Bahasa Indonesia UPI angkatan 2022.

 

Dr. Yeti Mulyati selaku Ketua Pelaksana PKM menuturkan bahwa kegiatan PKM ini merupakan agenda yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan PKM mahasiswa ini juga merupakan syarat kelulusan mata kuliah.

 

“Melalui kegiatan PKM ini mahasiswa S3 ini turun ke lapangan agar bapak dan ibu guru semua dapat saling sharing pengalaman dan pengetahuan terkait literasi pembelajaran  berbasis teknologi ini,” tutur Dr. Yeti.

 

Selanjutnya, Dr. Andoyo Sastromiharjo selaku ketua Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia mengatakan, setiap mata kuliah di program Magister dan Doktor yang tagihan tugasnya ialah artikel jurnal dan pengabdian masyarakat. Hal ini dikarenakan untuk memenuhi tugas tri dharma perguruan tinggi.

 

“Insya Allah di tahun ini program studi Pendidikan Bahasa Indonesia akan mendapatkan dana penelitian. Terkait pendidikan literasi ini sangat penting menurut saya karena para mahasiswa S3 kami harus menguasainya agar dapat melahirkan berbagai prinsip-prinsip keilmuan bagi peserta didik nantinya dan ini juga harus dikuasi oleh seorang guru. Maka upaya kami melakukan pengabdian masyarakat terkait pelatiham literasi ini terutama guru,” ujar Dr. Andoyo.

 

Di lain pihak, Darpan, M.Pd selaku pengawas SMA di Kabupaten Garut sekaligus mewakili Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa pascasarjana progam studi Pendidikan Bahasa Indonesia melalui PKM ini yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan wawasan guru.

 

“Perlu diketahui bahwa saat ini mutu pendidikan disetiap satuan pendidikan ditunjukkan dengan rapor pendidikan yaitu dengan empat komponen ada literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan. Melalui kegiatan ini saya berharap para mahasiswa dan guru persoalan literasi yang masih rendah ini dapat meningkat, sehingga dampaknya seperti kemunculan hoax dalam literasi digital dapat terkikis,” kata Darpan.

 

Pada sekmen terakhir, Iyus Yusandi selaku ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kab. Garut, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sekabupaten Garut mangatakan, sudah banyak guru yang berhasil mendidik dan membimbing peserta didiknya untuk menerbitkan buku. Ia berharap melalui kegiatan literasi ini dapat menjadikan peserta didik mampu berekspresi sesuai dengan kurikulum merdeka.

 

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan pelatihan literasi ini bisa membuat guru semakin mampu membimbing peserta didiknya untuk berkreasi sesuai dengan kurkikulum merdeka,” pungkas Iyus.

=