Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa PGSD FKIP Uhamka laksanakan Observasi Lapangan dalam Kegiatan PLP 1 di SDN Ciracas 06 Pagi

05 Oktober 2021 | Selasa, Oktober 05, 2021 WIB | Last Updated 2021-10-05T02:54:33Z


Serambiupdate.com
Mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Uhamka (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) berjumlah 6 orang yang diketuai oleh Herlandia Saputra, melaksanakan observasi lapangan ke sekolah dalam Kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan 1 (PLP 1) di SDN Ciracas 06 Pagi. Kegiatan PLP 1 dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dalam ruang lingkup sekolah.


Kegiatan observasi di SDN Ciracas 06 Pagi menjadi salah satu sasaran dalam melakukan PLP 1 di sekolah dasar dikarenakan lokasi yang tidak jauh dari UHAMKA. Selain itu, sekolah ini sudah menjalin kerjasama yang baik dengan UHAMKA. Oleh karena itu, pelaksanaan PLP I di sekolah menjadi salah satu penguat silaturahim dan kerjasama dengan UHAMKA. 


Pelaksanaan PLP 1 merupakan tahapan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa semester 5 FKIP UHAMKA. Kegiatan PLP I bertujuan agar mahasiswa memahami proses pengelolaan di satuan pendidikan, pengamatan/observasi, dan pemagangan yang dilakukan untuk mempelajari dan mengenal lingkungan serta proses pembelajaran yang terjadi di sekolah.


Observasi dilakukan dengan mewawancarai kepala sekolah SDN 06 Pagi, Saiman Hermanto, M.Pd dan guru pamong. Pihak sekolah menjelaskan bahwa adanya pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran sangat berbeda dengan kegiatan yang dilakukan secara tatap muka. Oleh karena itu, sekolah mengalami beberapa masalah selama pembelajaran berlangsung yang dilakukan di SDN Cirasas 06 Pagi. Permasalahan-permasalahan yang sering terjada pada saat pembelajaran daring seperti misalnya kurang stabilnya jaringan internet, kuaota yang kurang memadai, dan belum semua peserta didik memiliki perangkat elektronik. Oleh karena itu, Pihak sekolah memberikan fasilitas internet bagi guru yang mengalami kendala jaringan, sedangkan untuk peserta didik yang mengalami kendala, pihak sekolah membantu mendistribusikan bantuan kuota yang diberikan dari KEMENDIKBUD. 


Karakteristik dari setiap peserta didik SDN Ciracas 06 Pagi memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut sejalan dengan yang dikatakan oleh Bapak Saiman Hermanto, M. Pd “Karakteristik setiap peserta didik berbeda beda, sehingga pendidik atau guru harus berpengalaman agar bisa memahami karakter pada tiap tingkatan kelas dan sebisa mungkin guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.” ucap Saiman Hermanto. Selain itu, berdasarkan wawancara dengan guru pamong: untuk penilaian secara mendasar sama saja, namun yang berbeda adalah teknis pelaksanaan. Kunci utama terlaksananya pembelajaran daring yang efektif adalah sikap kejujuran dalam pembelajaran dan kerjasama orangtua yang baik dengan pihak sekolah,” ucap Florensius selaku guru pamong kelas tinggi.


Semua kegiatan di SDN 06 Pagi dilakukan secara daring dan menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Membatasi Mobilitas, dan Menjauhi Kerumunan).


Kegiatan ekstrakulikuler wajib di SDN 06 Pagi yaitu pramuka. Materi teori dan praktik dilakukan secara daring menggunakan video yang bisa dilihat langsung oleh peserta pendidik maupun guru.


Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring tentu akan mempengaruhi psikologi perkembangan anak, namun kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua dapat memberikan stimulus yang baik untuk bisa memotivasi para peserta didik agar terjaga semangatnya. 


Berbeda dengan yang harus dilakukan pada kelas rendah di SDN 06 Pagi, tentu cara mengajarnya pun juga harus berbeda dengan menerapkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, “didalam kelas rendah sendiri ada perbedaan yang sangat signifikan terkait dengan media pembelajaran, namun tidak patah semangat untuk tetap menyampaikan materi dengan menggunakan virtual meeting seperti Google Meeting atau Zoom dan mengkombinasikan dengan media pembelajaran seperti Power Point yang nanti bisa dilihat oleh anak-anak,” ucap Ibu Mayanti selaku guru pamong kelas rendah

 

Problematika yang terjadi dalam pembelajaran selama pandemi Covid-19  di SDN 06 Pagi salah satu adanya kendala terhadap jaringan dan kuota internet yang habis, sehingga hal itu menyebabkan kurang efektif dalam pembelajaran. Namun, hal tersebut tidak menjadi suatu alasan untuk tidak mengikuti pembelajaran, guru di SDN 06 Pagi karena guru pamong tentu bekerja sama dengan orangtua jika ada kendala agar bisa dikomunikasikan dengan baik dan mencari solusi yang terbaik.


Di SDN 06 Pagi ini memiliki kelengkapan sarana prasarana yang sangat mendukung guna menunjang minat bakat sampai dengan kegiatan yang dilakukan disekolah, dan SDN 06 Pagi merupakan sekolah Adiwiyata Mandiri sebagai contoh untuk sekolah-sekolah lain. Hal itu menjadikan identitas yang unik dibandingkan dengan sekolah lain, karena banyak hal yang tidak ada disekolah lain, seperti adanya kegiatan mencintai lingkungan hidup dengan menyediakan taman atau ruang terbuka hijau untuk berkebun, menanam sayuran atau tanaman hias sampai dengan adanya kolam ikan guna berternak ikan,” ucap Bapak Bangun Pardede


“Menjadi guru harus niat didalam hati, karena nilai dari suatu pekerjaan itu dilihat dari niat nya baik atau buruknya, dan tentu ada harapan untuk bisa memantapkan tekad dan luruskan tujuan untuk menjadi guru yang profesional dalam aspek seluruh kehidupan, semua itu tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Memerlukan perjuangan pengorbanan serta usaha untuk meraih menjadi guru yang baik, karena profesi guru adalah mulia dengan menjadikan orang agar lebih baik lagi kedepannya,” ucap Saiman Hermanto dalam memotivasi Mahasiswa PGSD FKIP UHAMKA.


Dengan terjun langsung observasi dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan 1 (PLP 1) ini mahasiswa dapat mengetahui terkait problematika dan solusi yang dihadapi oleh sekolah, guru dan peserta didik dalam setiap permasalahan yang timbul. Tentu hal ini sesuai dengan tujuan dalam Kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan 1 (PLP 1) yaitu untuk membangun landasan jati diri pendidik yang sesuai dengan panduan program PLP Direktorat Belmawa, Kemendikbud.

=