Notification

×

Iklan

Iklan

Suatu Tantangan Mahasiswa Kuliah di Masa Covid-19

Rabu, 08 September 2021 | 9/08/2021 04:57:00 PM WIB | Last Updated 2021-09-08T09:57:41Z



Karya Indah Taufani Angkawijaya Putri

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

Munculnya sebuah Virus Menular dan Sangat Mematikan pada tahun 2020. Virus ini datang dari negara Cina dengan begitu cepat virus ini menyebar ke berbagai negara terutama negara Indonesia. Virus ini Bernama Virus Corona atau biasa disebut juga Pandemi Covid-19. Aspek kehidupan berubah sangat drastis contohnya terhadap Pendidikan. Universitas di seluruh Indonesia di hentikannya pembelajaran di kampus karna adanya pemdemi ini, semua pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh melalui via daring. Sungguh sangat berbeda dengan keadaan sebelum adanya pandemi ini dimana mahasiswa bisa bertatap muka terhadap dosen-mahasiswa tapi sekarang dengan keadaan seperti ini menjadikan mahasiswa mau tidak mau prosesnya jarak jauh via daring. Hal ini sudah sangat pasti menghambat proses pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Lalu bagaimana solusi tantangan pembelajaran dimasa pandemi ini bagi mahasiswa dan dosen untuk menyesuaikan proses pembelajaran kedngan kodisi seperti ini? 

Baik mahasiswa maupun dosen dituntut secara cepat untuk beradaptasi dengan perubahan proses pembelajaran secara jarak jauh ini. Ada banyak pilihan dan variasi media pembelajaran jarak jauh, dari menggunakan media sosial sampai menggunakan platform learning management system. Tantangan pembelajaran selanjutnya adalah membuat pembelajaran daring ini bisa dilaksanakan secara optimal dengan memilih cara yang tepat. Para dosen diberikan kebebsan dalam menentukan cara pembelajaran daring terhadap mahasiswa dengan catatan tidak memberatkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran. Tidak adanya metode pembelajaran yang sangat baik ataupun sangat buruk, dengan tujuan utamanya adalah memikirkan bagaimana mahasiswa dapat memahami dan mengerti ,ateri yang disampaikan.

Dengan adanya pandemi ini semua mau tidak mau di ubah oleh karna itu setelah pandemi ini beres diperlukanya perbaikan untuk menyempurnakan capaian kurikulum. Caranya dengan memprogramkan system pengulangan materi yang susah di mengerti untuk mengejar ketertinggalan. Tetapi program ini butuh dukungan dari sekolah dan persetujuan dinas Pendidikan. Program inipun masih belum tentu dapat ditentukan kapan karena pandemi ini belum dapat di prediksi kapan akan berakhir. Kemendikbud sebaiknya memikirkan manakalanya  proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara langsung disekola dalam rentang waktu yang cukup lama dan kemndikbud perlu juga membuat lankah antisipatif sehingga universitas tidak kebingungan saat di hadapkan pada situasi seperti ini.

Saat masa pandemic ini mahasiwa ataupun dosen harus bisa memkalumi bahwa proses pembelajaran daring ini yang adanya menemui banyak kendala dan tidak memenuhi capaian target pembelajaran. Dalam situasi ini harus adanya upaya yang harus dilakukan bukan hanya sekarang tetapi setelah pandemi ini selesai perlu juga disiapkan antisipasi untuk mengejar tertinggalan pembelajaran yang tidak tersampaikan.


=