Notification

×

Iklan

Iklan

Tips Aman Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi

Rabu, 25 Agustus 2021 | 8/25/2021 06:04:00 AM WIB | Last Updated 2021-08-24T23:04:34Z



Karya Nuraini Diah Maulina

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

1 tahun telah dilewati oleh sebagian besar para pelajar dan mahasiswa dengan pembelajaran daring atau online, meskipun ada sebagian sekolah yang telah melakukan pembelajaran tatap muka. Selama pembelajaran online ini, banyak sekali pelajar ataupun mahasiswa yang mengeluhkan kekurangan atau ketidakefektifan dari pembelajaran online. Dimulai dari ketidakmaksimalan dalam mencerna materi pembelajaran, sulitnya komunikasi mengenai materi dengan guru,  pembelajaran hanya fokus pada materi dan kurang sekali praktek, dan juga pastinya kendala teknis seperti kendala internet dan jaringan. Banyak pihak yang menginginkan dan menuntut agar pembelajaran/ sekolah/ kuliah tatap muka segera dilaksanakan demi kualitas pembelajaran yang baik dan maksimalnya pemahaman pelajar ataupun mahasiswa. 

Oleh sebab itu, sekolah dan perkuliahan ditargetkan sudah mulai melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Juli 2021. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.  

"Target kami hingga akhir Juni, vaksinasi Covid-19 bagi lima juta pendidik dan tenaga pendidik selesai sehingga pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau pada minggu kedua dan ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka," ujarnya seperti dikutip dari Antara, 3 Maret 2021.  

Pembelajaran tatap muka dilakukan dengan sistem rotasi yang mana baru sekitar 50% siswa yang masuk dan sisanya melakukan pembelajaran daring. Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Oleh karena itu banyak hal yang harus diterapkan oleh sekolah, kampus, ataupun pelajar dan mahasiswa itu sendiri demi berjalannya pembelajaran tatap muka yang efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan. 

Inilah beberapa tips tetap aman selama pembelajaran tatap muka ditengah pandemi covid 19 :

1. Mengecek Kondisi Tubuh sebelum Berangkat Sekolah Tatap Muka

Sebelum pergi ke sekolah atau kampus, hendaknya untuk selalu mengecek akan kondisi tubuh masing-masing. sekiranya merasa sakit atau tidak enak badan, hendaknya tidak berpergian dahulu, karena kamu tidak tahu apakah kamu terdampak virus atau tidak.

2. Mengukur Suhu Tubuh saat di Sekolah.

Sekolah atau kampus nantinya akan menyiapkan alat pengukur suhu dan akan mengukur suhu tiap-tiap siswa sebelum masuk ke kelas dan melakukan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa siswa dalam kondisi sehat. 

3. Selalu menggunakan masker

Sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, kamu harus selalu mengenakan masker saat sekolah tatap muka. Jangan lupa bawa juga masker cadangan sebagai pengganti apabila masker yang kamu pakai terkena kotoran. Pastikan masker tersebut dalam kondisi bersih dan higienis.

4. Membawa Bekal Makanan dan Peralatan Belajar Sendiri

Virus sangat rentan tertular bilamana tiap orang menggunakan suatu alat yang sama. Oleh sebab itu dengan kamu membawa bekal makanan sendiri dan menggunakan peralatan sendiri, kontak langsung dengan orang lain pun tidak terjadi dan meminimalisir kamu tertular virus.

5. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir 

Selama pembelajaran tatap muka, sekolah atau kampus wajib menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan tisu. Dengan adanya fasilitas ini, kamu harus rajin mencuci tangan agar tetap aman dan terhindar dari virus COVID-19. Cuci tangan kamu sesering mungkin, seperti sebelum masuk kelas, setelah memegang benda, setelah dari kamar mandi, dan sebagainya. Selain mencuci tangan menggunakan air dan sabun, kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer untuk menjaga tangan tetap bersih dari kuman. Oleh karena itu, pastikan kamu untuk selalu bawa hand sanitizer ke mana pun dan dimanapun.

6. Menjaga jarak dengan orang lain

Tips tetap aman selama pembelajaran tatap muka selanjutnya ialah mengusahakan untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain. Paling tidak, kamu harus menjaga jarak sekitar 1,5 meter saat berinteraksi dengan orang. Hindari berhadap-hadapan dengan orang lain dalam waktu yang cukup lama.  Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan virus melalui perantara udara pernapasan. Nggak cuma menjaga jarak, kamu juga harus menghindari kontak fisik dengan teman ataupun orang lainnya.

7. Hindari stress dan cemas berlebihan.

Stress ataupun cemas berlebih akan memengaruhi dalam proses penerimaan materi pembelajarn. Selain itu, stress akan memengaruhi imun tubuh, dan bilamana imun tubuh rendah akan rentan untuk terkena penyakit ataupun virus. Oleh karena itu, hendaknya untuk selalu tenang dalam  menjalankannya


=