Notification

×

Iklan

Iklan

Pengaruh Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

24 Agustus 2021 | Selasa, Agustus 24, 2021 WIB | Last Updated 2021-08-24T13:39:20Z



Karya Sindy Yustia 

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

Berdasarkan laporan World Tourism Organization (WTO), total kunjungan turis di seluruh dunia dalam tiga tahun terakhir hampir mencapai 1 miliar orang per tahun. Dalam tahun 2007, jumlah kunjungan turis mencapai 901 juta orang, kemudian meningkat sekitar 2,0% menjadi 919 juta orang dalam tahun 2008, dan menurun sekitar 4,2% menjadi 880 juta orang dalam tahun 2009. Perkembangan jumlah kunjungan turis ini praktis mempengaruhi pendapatan devisa pariwisata (tourism receipts), yaitu dari sebesar US$858 miliar dalam tahun 2007 meningkat sekitar 9,7% menjadi US$941 miliar tahun 2008 dan kemudian turun sekitar 9,5% menjadi US$852 miliar tahun 2009. Penurunan jumlah kunjungan dan pendapatan dari pariwisata dunia pada tahun 2009 terjadi sebagai dampak dari krisis keuangan global dan resesi ekonomi (WTO, 2010).

Bila dicermati perkembangannya di Indonesia terlihat bahwa jumlah kunjungan turis cenderung meningkat, yaitu dari 5.506 juta pada tahun 2007 menjadi 6.234 juta pada tahun 2008, atau tumbuh sekitar 13,2% dan meningkat sekitar 1,4% menjadi 6.324 juta pada tahun 2009. Dalam tahun 2009 saja Indonesia mampu menyerap sekitar 0,72% dari jumlah kunjungan turis dunia. Namun demikian, peningkatan jumlah kunjungan tidak diikuti dengan bertambahnya pendapatan devisa pariwisata. Dalam tahun 2007 pendapatan devisa pariwisata mencapai US$5.346 juta, kemudian meningkat sekitar 38,0% menjadi US$7.378 juta dalam tahun 2008, dan dalam tahun 2009 turun sekitar 14,4% menjadi US$6.318 juta. Jumlah pendapatan devisa tahun 2009 ini setara dengan 0,74% dari pendapatan pariwisata dunia.Menurut Buku Saku Kementerian Pariwisata (2016), kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2014 telah mencapai 9 % atau sebesar Rp 946,09 triliun. Sementara devisa dari sektor pariwisata pada tahun 2014 telah mencapai Rp 120 triliun dan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 11 juta orang. Sektor Pariwisata memberikan dampak positif pada aliran devisa masuk. Jasa perjalanan menunjukkan secara konsisten berkontribusi positif terhadap neraca jasa dengan nilai yang semakin meningkat. Pada tahun 2017 tercatat USD4,23 miliar, lebih tinggi dibandingkan USD3,64 pada tahun 2016. Surplus dari transaksi jasa terutama pariwisata dan perjalanan sebesar 0,77% PDB di tahun 2017. Disamping dampak sektor pariwisata dalam menarik devisa masuk ke Indonesia, sektor pariwisata juga berkontribusi pada aliran devisa ke luar. Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya aliran devisa keluar (leakage) dalam pariwisata.

Melalui mekanisme dorongan terhadap sektor ekonomi yang terkait dengan sektor pariwisata, seperti hotel dan restoran,industri kerajinan dan lain- lain pariwisata juga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Itulah mengapa, percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dapat dilakukan dengan mempromosikan pengembangan pariwisata. Akselerasi pertumbuhan pariwisata menjadi strategi dari akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah membuat rencana program pembangunan pariwisata yang dilakukan dengan berbagai strategi seperti pengembangan pasar wisatawan, pengembangan citra pariwisata dan pengembangan kemitraan pemasaran pariwisata.Sasaran pembangunan pariwisata adalah meningkatnya usaha lokal dalam bisnis pariwisata dan semakin banyaknya jumlah tenaga kerja lokal yang tersertifikasi. makin besar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian suatu wilayah, makin besar pula kontribusi sektor pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh LPEM FEB UI menunjukkan bahwa sektor pariwisata secara umum memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia yang digambarkan oleh efek pengganda (multiplier effect) di Indonesia. Efek pengganda menyebabkan seluruh pengeluaran wisatawan, pengeluaran investasi, pengeluaran pemerintah memberikan dampak ekonomi berupa pertambahan output, nilai tambah, pendapatan, dan penciptaan tenaga kerja di Indonesia. peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik itu wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara dan wisatawan nasional. Pertumbuhan wisatawan mancanegara sebesar 16,7% dari tahun 2016 ke 2017. Pertumbuhan wisatawan nusantara sebesar 2,2% dari tahun 2016 ke 2017. Pertumbuhan wisatawan nasional sebesar 5% dari 2016-2017. Pertumbuhan jumlah kunjungan ini akan memberikan dampak pada perekonomian secara luas. Tenaga kerja di sektor pariwisata sebesar 12,3 juta. Bila dilihat dari status pekerjaannya berusaha sendiri (28,5%), kemudian buruh (25,7%), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap (23,1%), dan pekerja tak dibayar (17,5%). Distribusi sektor pekerja bidang pariwisata adalah perdagangan dan penyediaan makanan, masing masing 41% dan 46%.Bila dibandingkan dengan negara- negara lain dalam satu kawasan, sektor pariwisata Indonesia masih relatif tertinggal dari segi dukungan lingkungan, kebijakan, infrastruktur dan besaran dampaknya pada perekonomian.Karena Pertama, wisatawan Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Kedua,impor barang dan jasa pariwisata dari luar negeri seperti jasa angkutan, maskapai asing, jasa manajemen organisasi perjalanan asing, jasa keuangan, jasa atraksi/rekreasi yang mendatangkan artis dari luar negeri termasuk di sini adalah penggunaan tenaga kerja asing. Ketiga, transfer profit dari penanaman modal (FDI) ke perusahaan induknya di luar negeri.


=