Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen FAI Uhamka Selenggarakan Manajemen Filantropu Islam Berkelanjutan bagi Milenial

12 Agustus 2021 | Kamis, Agustus 12, 2021 WIB | Last Updated 2021-08-12T13:54:25Z

Serambiupdate.com Geliat filantropi dikala pandemi seperti sekarang sangat terasa, baik orang tua, anak muda, bahkan anak-anak pun punya semangat yang besar dalam membantu sesama. Generasi milenial adalah generasi yang membawa perubahan di dunia filantropi. Generasi milenial lebih aktif, menguasai teknologi, dan cenderung mendukung program yang berasal dari lembaga yang amanah (terpercaya) tidak hanya mengikuti tradisi.

 

Filantropi adalah perilaku yang penuh cinta kasih dan kemanusiaan. Saat pandemi seperti sekarang, masyarakat khususnya kalangan milenial diharapkan mampu meningkatkan sisi spiritualitas dan solidaritas. Adanya filantropi bahkan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

 

Dalam rangka menyikapi kondisi tersebut maka tim PKM Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam (FAI) Uhamka bersama LPPM melakukan Pelatihan Manajemen Filantropi Islam Berbasis Digital dan Generasi Milenial Pada Dewan  Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah melalui virtual. (05/05)

 

Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 58 orang dari kalangan mahasiswa Muhammadiyah dan umum diketuai oleh Rahmat Dahlan MSi dan anggota Mitra Sami Gultom MEI.  

 

Pelatihan tersebut diharapkan kegiatan pengabdian  ini akan melahirkan gerakan filantropi Islam yang  efektif, berkeadilan sosial, berkelanjutan (transformative), inklusif dan nondiskriminatif.   Sekaligus semakin banyak generasi milenial yang lebih paham dan akan bersinergi bersama dengan berbagi pihak khususnya kampus Uhamka dalam program-programnya, sehingga mampu mewujudkan gerakan filantropi yang berkeadilan sosial di masyarakat secara lebih luas. Kemudian dibuka sesi tanya jawab sekaligus sharing, diskusi dan berbagi pengalaman.

 

Rahmat Dahlan MSi selaku dosen FAI Uhamka sekaligus ketua pelaksana menuturkan, “tujuan adanya kegiatan pengabdian ini bukan saja sharing agar masyarakat paham tentang filantropi terutama bagi generasi milenial, tapi juga agar masyarakat sadar bahwa yang selama ini banyak dilakukan adalah kedermawanan jangka pendek (charity) yang relief. Sedangkan filantropi yang untuk jangka panjang menyelesaikan akar masalah sosial dan kemiskinan, itu belum banyak dilakukan," tuturnya dalam keterangan rilis.

 

 

 

 

=