Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi menyampaikan setelah Siswa dan Guru, Petugas Sekolah Tak Boleh Terlewat Ikut Vaksinasi Covid-19

14 Juli 2021 | Rabu, Juli 14, 2021 WIB | Last Updated 2021-07-14T06:26:31Z

 



Serambiupdate.com Presiden Joko Widodo berdialog secara daring dengan sejumlah penyelenggara vaksinasi Covid-19 untuk siswa dan masyararakat umum pada Rabu (14/7/2021). Kegiatan vaksinasi tersebut khusus menargetkan siswa SMP dan SMA. "Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan vaksinasi pagi ini untuk anak-anak semua yang SMP maupun SMA," ujar Jokowi dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

 

"Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah anak-anak semuanya divaksinasi, juga tolong dicek agar guru-guru, petugas-petugas sekolah jangan sampai terlewat vaksinasinya," lanjutnya. Jokowi menjelaskan, peserta vaksinasi pada Rabu sebanyak 49.000 orang. Jumlah itu terdiri dari 15.000 pelajar SMP dan 15.000 pelajar SMA.

 

Selanjutnya, ada pula 19.000 masyarakat yang khusus nantinya akan diberikan vaksinasi Covid-19 secara door to door. Jokowi menegaskan kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat agar mencapai kekebalan komunal dan kita semua bisa terhindar dari Covid-19.

 

Jokowi pun mengungkapkan, dirinya telah melakukan dialog dengan dua peserta vaksinasi. Presiden punbertanya bagaimana rasanya divaksin. Beliau bertanya “Saya tanya sakit ndak? Katanya engga. Enggak sakit Pak," tutur Jokowi. Jokowi berpesan, anak-anak yang belum mendapatkan suntik vaksin tidak usah merasa takut dan tegang sehingga tidak ingin divaksin, karena vaksin tidak akan sakit.

 

Pelaksanaan vaksinasi kepada siswa dan masyarakat ini dilakukan secara serentak di 15 kabupaten/kota yang berada di 14 provinsi daerah episentrum, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kemudian DIY, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

=