Notification

×

Iklan

Iklan

Agar Vaksin COVID-19 Berhasil, Kita Harus Membangun Kepercayaan

09 Juli 2021 | Jumat, Juli 09, 2021 WIB | Last Updated 2021-07-16T10:30:42Z


 Karya Vivi Nurvadilah

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris  FKIP Uhamka


Kepercayaan masyarakat atau warga menjadi salah satu faktor penentu sukses atau tidaknya pelaksanaan vaksinasi pencegahan COVID-19 di suatu daerah.

Keraguan dan ketakutan masyarakat terhadap kualitas vaksin, membuat sebagian masyarakat belum memberikan dukungan, bahkan enggan untuk divaksin, meski pemerintah baik di pusat maupun di daerah telah membuat program vaksinasi.

Keraguan dan ketakutan masyarakat terbentuk, salah satu faktornya, karena adanya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan mengenai vaksin yang beredar di masyarakat.

Sebagian masyarakat termakan info hoax tentang vaksinasi Covid-19 ini, mereka mempercayai bahwa katanya vaksin ada efek sampingnya yang dapat membahayakan tubuh.

Informasi mengenai vaksin COVID-19 yang tidak akurat, dan tidak jelas sumbernya, namun beredar dan sampai di masyarakat, menjadi tantangan dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi pencegahan COVID-19.

Keraguan dan ketakutan masyarakat untuk divaksin menjadi tantangan pemerintah untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi dalam upaya pencegahan COVID-19. Tentu hal ini dibutuhkan strategi pelaksanaan yang diikutkan dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakt, agar COVID-19 benar-benar bisa dikendalikan.

Bangun kepercayaan masyarakat

Pelaksanaan vaksinasi dalam upaya pencegahan COVID-19, perlu diikutkan dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga muncul kepercayaan masyarakat terhadap vaksin dan pemerintah.

Salah satu upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin yakni dengan diadakannya program gerakan vaksinasi, yang harus dilakukan oleh setiap daerah kabupaten dan kota. Program gerakan vaksinasi ini pun diliputi kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai vaksin termasuk juga tentang penerapan prokes cegah COVID-19 pascavaksinasi.

Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang disuntikkan ke tubuh merupakan vaksin yang aman, dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, program gerakan vaksinasi ini dilakukan supaya masyarakat tahu bahwa vaksin yang diberikan itu adalah vaksin yang aman. Selain aman vaksin tersebut juga halal untuk digunakan.

Vaksin yang diberikan merupakan virus corona yang telah dimatikan, sehingga aman ketika berada di dalam tubuh. Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan sertifikat halal untuk vaksin tersebut pada tanggal 8 Januari, dan sertifikat dari Balai POM juga sudah keluar pada tanggal 11 Januari 2021.

=