Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Mutu Pendidikan melalui Kerja Sama Indonesia dan Singapura

Jumat, 21 Oktober 2022 | Jumat, Oktober 21, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-21T01:36:26Z

 


Serambiupdate.com
- Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) bersama Chan Chun Sing selaku Menteri Pendidikan Singapura melakukan pertemuan bilateral. Nadiem mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan peningkatan kerja sama pendidikan serta Riset dan Teknologi (Ristek) dalam bentuk kerja sama bilateral antara Indonesia dan Singapura.

 

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disepakati peningkatan kerja sama pelatihan guru, pemahaman budaya pelajar antarkedua negara, mobilitas pelajar, upaya peningkatan minat mahasiswa dari Singapura untuk menempuh pendidikan di Indonesia, kolaborasi antaruniversitas dan politeknik, pemagangan mahasiswa, serta pelatihan/kursus (microcredentials) dari universitas di Singapura bagi mahasiswa Indonesia.

 

Dalam hal ini, di sela-sela pertemuan bilateral Indonesia dan Singapura tersebut, kedua menteri menandatangani Naskah Memorandum of Understanding (MoU) tentang Program Mobilitas Pemuda.

 

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung A, Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa (18/10).

 

Nadiem menuturkan bahwa upaya ini merupakan langkah konkret antara dua kementerian dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di kedua negara.

 

Dalam hal ini, naskah tersebut merupakan turunan dari MoU tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Pendidikan Tinggi yang ditandatangani pada 7 September 2017 serta Pengaturan Kerja Sama Sumber Daya Manusia yang ditandatangani pada 24 Januari 2022 lalu.

 

Menurut Nadiem, naskah program Mobilitas Pemuda ini merupakan komitmen kedua negara Indonesia-Singapura dalam memfasilitasi mahasiswa dari Indonesia dan Singapura untuk mengembangkan kompetensinya.

 

Dengan demikian, kegiatan ini berbentuk pemagangan mahasiswa di kedua negara yakni Indonesia dan Singapura yang akan dilaksanakan selama enam bulan kalender akademik.

 

“Jadi, tujuan dari diadakannya kerja sama ini adalah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global,” jelas Nadiem.


ADP/SAN

×
Berita Terbaru Update