Notification

×

Iklan

Iklan

Austria Berlakukan Lockdown Nasional bagi Warga yang Tidak Divaksin, Berlaku Mulai Senin Ini

Senin, 15 November 2021 | Senin, November 15, 2021 WIB | Last Updated 2021-11-15T07:10:42Z


Serambiupdate.com
Kanselir Austria Alexander Schallenberg mengatakan pada Minggu (14/11/2021) bahwa lockdown nasional akan dimulai pada Senin (15/11/2021) bagi mereka yang tidak divaksinasi Covid-19 atau yang baru saja pulih dari virus corona.


Sekitar 65 persen dari hampir sembilan juta warga Austria telah divaksinasi.


Cakupan ini masih di bawah rata-rata Uni Eropa sebesar 67 persen, sementara peningkatan infeksi harian telah mencapai rekor minggu ini.


"Situasinya serius… Kami mengambil langkah ini dengan berat hati, itu perlu," kata Schallenberg kepada wartawan.


Kebijakan lockdown ini membuat warga yang berusia di atas 12 tahun yang tidak divaksinasi atau baru pulih tidak akan diizinkan meninggalkan rumah.


Kebijakan ini dikecualikan bagi alasan untuk membeli persediaan penting, berolahraga, atau mencari perawatan medis.


Banyak warga Austria skeptis tentang vaksin, sikap yang didorong oleh Partai Kebebasan sayap kanan.


Kebijakan lockdown ini menambah panjang sejumlah larangan yang diberlakukan bagi warga yang tidak divaksin, seperti larangan memasuki restoran, hotel, teater, dan kereta gantung.


Austria mengambil kebijakan ini pada saat Uni Eropa berjuang untuk meredakan lonjakan kasus  Covid-19.

Belanda menghadapi lonjakan kasus dan memberlakukan lockdown sebagian yang berlaku untuk semua.


Sementara pemerintah Austria yang dipimpin konservatif ingin menghindari pembatasan lebih lanjut pada mereka yang sepenuhnya divaksinasi.


"Pada kenyataannya, kami telah memberi tahu sepertiga penduduk: Anda tidak akan meninggalkan apartemen lagi kecuali alasan-alasan tertentu di atas. Ini mengurangi besar-besaran kontak antara yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi," kata Schallenberg.


Industri pariwisata Austria menghadapi pukulan di musim dingin ini, karena orang-orang Jerman menilai Austria sebagai daerah berisiko tinggi, yang berarti orang-orang yang dari sana harus dikarantina.


Langkah-langkah yang ditargetkan baru-baru ini diperkenalkan di Australia, di mana 83 persen orang berusia 16 tahun ke atas telah diinokulasi sepenuhnya.


Beberapa negara bagian telah mengamanatkan vaksinasi untuk beberapa pekerjaan dan melarang yang tidak divaksinasi dari kegiatan seperti makan di luar, yang mengarah ke demonstrasi.


Singapura, di mana 85 persen populasinya telah divaksinasi sepenuhnya, mengatakan mereka yang menolak divaksin harus membayar sendiri tagihan kesehatan mulai bulan depan.


Menteri Kesehatan Wolfgang Muckstein mengatakan bahwa lockdown Austria, yang tidak berlaku untuk anak di bawah 12 tahun atau orang yang baru saja pulih dari Covid-19, awalnya akan berlangsung 10 hari, dan akan diberlakukan dengan pemeriksaan acak.


Banyak pejabat, termasuk di dalam partai konservatif Schallenberg dan polisi, ragu lockdown dapat berjalan dengan benar karena hanya berlaku untuk sebagian penduduk.


Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer mengatakan akan ada pemeriksaan polisi menyeluruh dan denda hingga 1.450 euro bagi pelanggaran, dan semua interaksi dengan polisi akan mencakup pemeriksaan status vaksinasi orang.


"Mulai besok, setiap warga negara, setiap orang yang tinggal di Austria harus sadar bahwa mereka dapat diperiksa oleh polisi," kata Nehammer pada konferensi pers.


Ia mengatakan, warga harus menunjukkan kartu resmi Covid-19 yang membuktikan seseorang telah divaksinasi, sembuh dari Covid-19 atau baru saja dites di berbagai tempat termasuk restoran, teater, kafe, dan penata rambut sejak beberapa bulan lalu.


Nehammer mengatakan, mulai Senin (15/11/2021), toko-toko non-esensial, di mana tidak perlu izin seperti di atas, akan terlarang bagi yang tidak divaksinasi. Satu-satunya pemeriksaan adalah pemeriksaan mendadak oleh polisi, kata Nehammer.


Selain itu, Wina akan menjadi wilayah pertama di Uni Eropa yang menawarkan vaksin kepada anak-anak dari usia lima hingga 11 tahun di pusat vaksinasi di ibu kota mulai Senin ini.


Lembaga Obat-obatan Eropa (EMA) belum mengeluarkan otorisasi untuk vaksin apa pun yang akan digunakan untuk kelompok usia ini, meskipun negara-negara anggota memiliki hak untuk melakukannya dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat.


Pekan lalu, pemerintah telah mengatakan bahwa hanya mereka yang divaksinasi atau telah pulih dari virus yang diizinkan masuk ke restoran, hotel, dan tempat-tempat budaya.


Sejauh ini, sekitar 11.700 orang yang terinfeksi virus corona telah meninggal di Austria.


Peningkatan kasus harian mencapai titik tertinggi sepanjang masa lebih dari 13.000 infeksi baru pada hari Sabtu.


Austria memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi di benua itu, dengan insiden tujuh hari 815 per 100.000 orang.


Admin VS

×
Berita Terbaru Update