Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Donggala Perluas Akses Pendidikan melalui Program Pengembalian Anak Tidak Sekolah

06 November 2026 | Jumat, November 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-11-06T07:25:14Z
Serambiupdate.com - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berhasil mengembalikan 3.180 anak tidak sekolah (ATS) ke bangku pendidikan melalui pemutakhiran data dan penanganan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Wakil Bupati Donggala Taufik Burhan menyebut, jumlah tersebut berkurang dari sebelumnya 9.184 anak. Atas capaian itu, Donggala menerima Anugerah Bago Nggabelo dari Kemendikdasmen sebagai daerah dengan persentase tertinggi pengembalian anak tidak sekolah di Sulawesi Tengah.

Pemkab Donggala juga meningkatkan kompetensi pendidik melalui kerja sama dengan Google Indonesia dalam program Google for Education. Dari 1.400 guru yang mengikuti seleksi, sebanyak 520 guru dari 16 sekolah lolos ke tahap lanjutan. Selain itu, 96 guru dan kepala sekolah dari 18 SMP lulus sertifikasi Google Certified Educator Level 2 untuk mengembangkan situs web sekolah dan pembelajaran interaktif.

Pemerintah daerah turut menyiapkan 18 sekolah tersebut menjadi sekolah rujukan Google. Di sisi lain, pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) terus dilakukan dengan investasi Rp350 miliar. Program ini menyediakan pendidikan gratis berstandar internasional, dengan kegiatan pembelajaran yang saat ini telah dimulai di lokasi transisi.

Taufik berharap berbagai program tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Donggala.

"Semoga melalui program ini, dapat meningkatkan kualitas SDM daerah serta memperluas jangkauan akses Pendidikan bagi seluruh generasi muda di Donggala," ucap Taufik.


Sementara itu, perwakilan rombongan studi tiru Kabupaten Banggai, Irma Labuan, menilai kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kerja sama.

"Saya berharap kolaborasi berlanjut melalui pertukaran informasi pengelolaan sekolah, kerja sama antarkepala sekolah, dan pengembangan inovasi pembelajaran," ucap Irma.
=