Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Dorong Pemerataan Pendidikan hingga ke Wilayah Terpencil

27 Oktober 2026 | Selasa, Oktober 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-28T01:21:10Z

 


Serambiupdate.com
- Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penerapan digitalisasi pendidikan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penguatan kesejahteraan guru. Berbagai langkah tersebut ditempuh untuk memastikan setiap anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil, memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak sebatas pada kegiatan belajar-mengajar di kelas, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang mendukung kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan.

 

Menurut Syahganda, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melaksanakan beragam program untuk memajukan sektor pendidikan. Meski demikian, pelaksanaan berbagai program tersebut dinilai masih perlu diiringi dengan penyampaian informasi yang lebih luas agar dapat diketahui masyarakat.

 

“Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi berbagai upaya tersebut belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Syahganda saat berkunjung ke Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.

 

Pendidikan yang Merata

 

Syahganda menjelaskan bahwa pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintah. Untuk mewujudkannya, berbagai upaya terus dikembangkan, di antaranya melalui digitalisasi pendidikan, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan jangkauan layanan pendidikan ke berbagai wilayah.

 

Meski demikian, Syahganda berpandangan bahwa penyediaan program pendidikan dan tenaga pengajar belum cukup untuk mengatasi kesenjangan akses yang masih dirasakan sebagian masyarakat. Ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama di wilayah dengan tantangan geografis, juga menjadi aspek penting dalam menjamin kemudahan anak-anak untuk bersekolah.

 

Ia mencontohkan pembangunan jembatan yang menghubungkan desa-desa terpencil sebagai salah satu bentuk infrastruktur yang dapat memberikan manfaat nyata bagi akses pendidikan. Keberadaan jembatan tersebut membantu memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang setiap hari harus menempuh perjalanan untuk mencapai sekolah.

 

“Dengan adanya jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya terpisah oleh sungai, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah,” tuturnya.

 

Syahganda menegaskan bahwa pembangunan pendidikan memerlukan kerja sama antarsektor. Kementerian yang membidangi pendidikan berperan dalam memperkuat sistem pembelajaran, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan menghadirkan layanan pendidikan bermutu. Sementara itu, kementerian dan lembaga terkait mendukung upaya tersebut melalui pembangunan infrastruktur guna mengurangi berbagai hambatan akses yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan hasil pembangunan pendidikan dapat dinikmati secara merata hingga ke pelosok daerah.

 

Di samping pemerataan akses, Syahganda turut menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Menurutnya, dukungan berupa tunjangan dan beragam program bantuan merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas serta keberlanjutan pembangunan pendidikan nasional.

 

“Perhatian pemerintah terhadap nasib guru selama ini begitu luar biasa, baik melalui pemberian tunjangan maupun berbagai bantuan lainnya. Perhatian tersebut diberikan kepada guru yang sudah tercatat sebagai aparatur sipil negara maupun yang belum tercatat sebagai ASN,” ungkapnya.

 

Syahganda meyakini bahwa pendidikan berkualitas menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui akses pendidikan yang semakin luas dan dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, setiap anak diharapkan memiliki peluang yang setara untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik, tanpa terkendala kondisi ekonomi ataupun tempat tinggal.

=