Notification

×

Iklan

Iklan

Wagub Lampung Tekankan Pentingnya Literasi AI bagi Guru

06 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-06T08:13:28Z

 


Serambiudate.com 
- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya peningkatan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus membimbing peserta didik menggunakan AI secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Jihan saat membuka Pelatihan Literasi AI bagi Guru se-Kabupaten Lampung Tengah dalam program AI Goes to School yang berlangsung di LEC Paramarta, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah.

 

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Mafindo Wilayah Lampung sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

 

Dalam sambutannya, Jihan mengatakan bahwa perkembangan teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan saat ini berlangsung sangat pesat, bahkan melampaui berbagai prediksi yang pernah ada sebelumnya.

 

Jika sebelumnya AI diperkirakan baru akan menjadi bagian dari kehidupan manusia di masa depan, kini teknologi tersebut telah hadir dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia pendidikan.

 

"Hari ini kita semua telah menjadi bagian dari era AI. Karena itu, guru harus mampu memahami, memanfaatkan, sekaligus mengarahkan penggunaan AI agar benar-benar menjadi alat yang mendukung proses pembelajaran," ujar Jihan.

 

Menurut Jihan, AI memiliki peluang besar untuk membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Beragam platform AI pun terus berkembang dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan di kelas.

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai dengan pemahaman yang tepat. Tanpa pengawasan dan pemanfaatan yang bijaksana, teknologi tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama jika peserta didik menjadi terlalu bergantung pada AI hingga kemampuan berpikir kritisnya berkurang.

 

"AI akan menjadi alat yang sangat membantu apabila dimanfaatkan secara bijak. Sebaliknya, jika tidak dipahami dan dikendalikan dengan baik, AI justru dapat membuat peserta didik kehilangan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, peran guru sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing menjadi sangat penting," katanya.

 

Jihan menegaskan bahwa guru memiliki peran sebagai teladan sekaligus pembimbing agar peserta didik mampu menggunakan teknologi AI secara tepat, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat dalam proses belajar.

 

Ia menilai tantangan tersebut semakin besar karena generasi muda saat ini telah tumbuh berdampingan dengan berbagai teknologi berbasis AI. Oleh sebab itu, guru dituntut memiliki pemahaman yang lebih baik agar dapat mengarahkan pemanfaatan teknologi secara positif.

 

Menurut Jihan, sebagian besar guru saat ini sudah mengenal berbagai platform AI, seperti ChatGPT, Gemini, maupun aplikasi sejenis lainnya. Ia juga meyakini bahwa ke depan akan semakin banyak teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

 

Melalui pelatihan yang difasilitasi Mafindo tersebut, Jihan berharap para guru dapat memperoleh wawasan baru sekaligus meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan berbagai perangkat AI sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

 

"Saya berharap forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik," ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, Jihan juga memberikan apresiasi kepada Mafindo yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kapasitas guru melalui program AI Goes to School. Ia mengaku senang dapat kembali terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

 

Menurutnya, Mafindo merupakan mitra strategis yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung para guru meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

 

Jihan turut mengajak seluruh guru untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun tenaga pendidik sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program pembangunan.

 

Menjelang akhir sambutannya, Jihan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru yang terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

 

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah," tutupnya.

=