Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenag, Komdigi, dan Canva Bersinergi Perkuat Literasi Digital di Pendidikan Keagamaan

07 Agustus 2026 | Jumat, Agustus 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-07T09:29:35Z

 


Serambiupdate.com
- Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menjajaki peluang kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Canva guna memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), sekaligus meningkatkan kompetensi digital guru dan peserta didik.

 

Rencana sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan yang melibatkan ketiga pihak di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan literasi digital, pelindungan anak di ruang digital, hingga pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi.

 

Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menyambut positif peluang kerja sama yang terjalin dengan Komdigi dan Canva. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu diwujudkan melalui langkah-langkah operasional yang jelas agar mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.

 

"Secara prinsip frekuensinya sudah ketemu, tinggal ditindaklanjuti pada ruang-ruang yang operasional. Namun, kerja sama dengan pihak di luar pemerintah tentu harus memiliki payung hukum agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak," ungkapnya di Jakarta.

 

Ramdhani menambahkan, BMBPSDM akan menunjuk pejabat penghubung (person in charge/PIC) yang bertugas berkoordinasi dengan Komdigi dalam menyusun langkah-langkah tindak lanjut. Adapun pembahasan kerja sama dengan Canva akan dilakukan melalui koordinasi antarlembaga setelah mekanisme pelaksanaan dan dasar hukum yang diperlukan selesai disiapkan.

 

Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan bahwa implementasi PP Tunas perlu mendapat perhatian serius, khususnya di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi anak dari berbagai risiko yang muncul di ruang digital.

 

"Teknologi digital memberikan manfaat yang luar biasa. Namun, ada titik-titik yang harus kita jaga agar anak-anak tidak terjerumus pada dampak negatif. Karena itu, pelindungan anak di ruang digital menjadi amanat yang harus kita jalankan bersama," ujarnya.

 

Bonifasius menjelaskan, selain memperkuat upaya pelindungan anak, Komdigi juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi digital dan kualitas talenta digital nasional. Ia berharap sinergi bersama Kementerian Agama dapat memperluas akses guru dan peserta didik terhadap berbagai program pengembangan kompetensi digital.

 

Pada kesempatan yang sama, Head of Canva Asia Tenggara, Willix Halim, memaparkan pemanfaatan layanan Canva Education di sektor pendidikan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa platform tersebut telah dimanfaatkan oleh jutaan guru dan siswa dengan beragam fitur yang mendukung proses pembelajaran, mulai dari penyusunan bahan ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga penggunaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

 

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara BMBPSDM Kementerian Agama, Komdigi, dan Canva untuk memperkuat ekosistem literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Ke depan, pembahasan teknis akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan program serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.

=