Notification

×

Iklan

Iklan

Kemdiktisaintek Perkuat Penanganan Pendidikan Pascagempa NTT

19 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 19, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-19T03:10:52Z
Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan keselamatan sivitas akademika sekaligus keberlangsungan pendidikan tinggi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan perguruan tinggi perlu menyesuaikan kegiatan akademik dengan kondisi dan tingkat keamanan di lapangan.

Kemdiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah XV, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memantau kondisi sivitas akademika serta fasilitas kampus. Sejumlah perguruan tinggi melaporkan kerusakan fasilitas, di antaranya STIPER Bajawa yang mengalami kerusakan ringan dan Politeknik ElBajo Commodus pada bagian plafon ruang belajar.

Selain memastikan keselamatan internal, sejumlah kampus turut membantu masyarakat terdampak melalui posko bantuan, relawan, layanan kesehatan, serta dukungan logistik. Sebanyak 61 mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di Manggarai Barat dan Manggarai Timur juga dilaporkan selamat dan telah dievakuasi ke lokasi aman. Dukungan turut datang dari perguruan tinggi di luar NTT, termasuk Universitas Mataram dan Institut Teknologi Bandung.

Brian menyampaikan untuk menjaga hak mahasiswa, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi menyesuaikan jadwal perkuliahan, praktikum, ujian, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya. Pembelajaran tatap muka dapat ditunda jika fasilitas belum aman, sementara pembelajaran jarak jauh atau metode alternatif dapat diterapkan apabila infrastruktur mendukung.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi, untuk sementara pembelajaran dan perkuliahan akan dilaksanakan secara daring hingga aman,” ujar Brian.
=