Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendikdasmen RI Terapkan Sistem Deep Learning di Tingkat SMK dalam Menjawab Tantangan Industri Modern

29 September 2025 | Senin, September 29, 2025 WIB | Last Updated 2025-09-29T02:49:36Z
Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) terus memperkuat kompetensi Guru Vokasi atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui program pelatihan pembelajaran mendalam atau Deep Learning, Rabu (24/9).

 

Kemendikdasmen RI menegaskan pentingnya peran Guru SMK dalam menopang kemajuan industry Indonesia melalui pembinaan dan pengajaran melalui penguasaan sistem Deep Learning dalam menghasilkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang unggul dalam menjawab tantangan dunia industri modern.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa SMK ke depan perlu menekankan soft skill agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat dan lebih kreatif melalui penerapan sistem pembelajaran mendalam sehingga bisa menghasilkan lulusan yang mampu menghasilkan peluang kerja baru.

 

“Pembelajaran mendalam adalah pendekatan partisipatif di mana siswa terlibat aktif menemukan atau menciptakan ilmu, sementara guru berperan sebagai fasilitator sekaligus bagian dari proses belajar. Dengan cara ini, SMK diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga terampil, tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ucap Prof. Mu’ti.

 

Selain itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Tatang Muttaqin menjelaskan program ini bertujuan menyelaraskan kompetensi guru dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan keterampilan profesional, teknis kejuruan, pedagogik, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

 

“Pendidikan vokasi ini merupakan tulang punggung penyediaan SDM siap kerja. Peningkatan kompetensi guru melalui up skilling dan re skilling diharapkan dapat menghasilkan lulusan vokasi lebih cepat terserap oleh dunia kerja dan mampu menjawab tantangan industry,” pungkas Tatang.

=