Notification

×

Iklan

Iklan

Krisis Pendidikan Karena Tren, Sayat Lengan Demi Ikuti Tren Barcode Korea

Rabu, 29 November 2023 | 11/29/2023 09:28:00 AM WIB | Last Updated 2023-11-29T02:28:52Z


Serambiupdate.com
 - Tren Barcode Korea dengan melukai diri sendiri dengan (menyayat tangan) dengan benda tajam marak dilakukan oleh siswa SD di Blitar. Tren tersebut diketahui oleh Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Blitar yang sedang melakukan sampling.

 

Wiji Asrori selaku Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Blitar menemukan ada puluhan siswa SD yang mmengkuti tren tersebut. Selain siswa yang mengikuti hal tersebut karena tren, iseng atau untuk melampiaskan emosinya, hal ini juga dapat berawal dari permasalahan di lingkungan keluarga yang dialami.

 

"Sebenarnya ini (fenomena) sudah lama, tapi kembali ramai di medsos. Kemudian para siswa ini ikut-ikutan karena ada tren seperti itu," ucap Wiji Asrori.

 

Berdasarkan dengan sampling yang dilakukan terdata sekitar, Wiji menyampaikan terdapat seribu siswa SD di empat Kecamatan. Namun yang memiliki bekas luka sayatan di pergelangan tangannya ditemukan sekitar 25 siswa.

 

"Ada 1.000 anak SD yang kami lakukan sampling. Ternyata ada temuan siswa yang melakukan sayatan lengan pakai silet. Ini baru dilakukan sampling di empat kecamatan saja," ujar Wiji.

 

Sebagai rincian di Kecamatan Wonotirto ditemukan sebanyak delapan siswa, di Kecamatan Garum sebanyak 10 siswa, di Kecamatan Kanigoro sebanyak enam siswa, di Kecamatan Udanawu sebanyak satu siswa. Total keseluruahan siswa yang melakukan sayatan pada pergelangan tangannya sebanyak 25 siswa.

 

Untuk mengusut tuntas permasalahan ini Wiji menegaskan seluruh sekolah kepada kepala sekolah dan guru baik SD maupun SMP untuk memeriksakan lengan siswa. Bagi siswa yang ditemukan melakukan sayatan pada lengannya, maka orang tua wajib untuk dihadirkan ke Sekolah.

 

"Kami sudah minta seluruh sekolah mengecek siswa, apakah masih ada temuan atau tidak. Kemudian nanti akan dipanggil orang tuanya. Karena memang fenomena ini perlu bantuan banyak pihak, tidak hanya sekolah meskipun sudah melakukan penguatan karakter," punkasnya.

 

Novia Rahmawati/GJF
=