Notification

×

Iklan

Iklan

Rayakan Perubahan Sistem Pendidikan dengan Festival Sekolah Menyenangkan 2023

06 Februari 2023 | Senin, Februari 06, 2023 WIB | Last Updated 2023-02-06T08:41:25Z



Serambiupdate.com Festival Sekolah Menyenangkan 2023 di gelar oleh Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) untuk merayakan perubahan sistem pendidikan di lembaga pendidikan. Acara ini berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (2/2)

 

Muhammad Nur Rizal selaku Pendiri GSM mengungkapkan bahwa festival dengan tema "Meraki" yang berlangsung hingga 4 Februari 2023 itu menampilkan perwakilan dari 11 komunitas GSM daerah yang terdiri atas guru, kepala sekolah, hingga kepala dinas pendidikan.

 

"Festival ini untuk merayakan perjalanan batin yang tanpa titik dari teman-teman komunitas di Gerakan Sekolah Menyenangkan dari seluruh Indonesia," ujar Rizal

 

Rizal berharap publik menyadari pentingnya melakukan perubahan pendidikan yang lebih memanusiakan serta menguatkan kesadaran diri sebagai manusia untuk mengantisipasi perubahan dunia di masa mendatang yang tidak menentu dan penuh disrupsi oleh teknologi,  melalui estival yang dilakukan.

 

"Masa depan yang dihantui oleh persoalan mental, polarisasi di masyarakat, industri serta dunia kerja yang berubah drastis, dan perubahan iklim beserta cuaca yang berpotensi merusak planet perlu didekati oleh manusia yang sadar akan dirinya dan lingkungannya," tutur Riza

 

Dalam festival tersebut, para guru hingga kalangan kepala dinas pendidikan satu per satu menuturkan mengenai pengalaman mereka dalam melakukan perubahan sistem pendidikan di daerah masing-masing.

 

Selain itu, ada pula penampilan dari Tim Orkestra dan Tim Paduan Suara oleh siswa dari sejumlah daerah.

 

Acara itu dihadiri total sebanyak 800 peserta dari seluruh stakeholder pendidikan, dan para murid yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya Medan, Sumatera hingga Supiori, Papua.

 

Rizal menjelaskan "Meraki" diangkat sebagai tema festival karena kata dari bahasa Yunani itu memiliki arti melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas, dan sepenuh jiwa.

 

"Dunia pendidikan kita menyeragamkan semua talenta. Seolah-olah yang benar itu hanya yang pintar Matematika, Fisika yang nanti siap di dunia industri. Kita ingin mengembalikan bahwa seharusnya pendidikan itu mengeluarkan potensi bawaan bakat lahir manusia yang berbeda-beda," jelas Rizal

 

Selain Festival Sekolah Menyenangkan, menurut Rizal, GSM juga menggelar simposium di Yogyakarta dengan mengajak guru memiliki orientasi pendidikan di masa depan sejalan dengan rekomendasi UNESCO.

 

Elisabeth Dimara selaku guru SD di Supiori, Papua, yang hadir dalam festival itu menuturkan bahwa perjumpaan dengan GSM telah membuat dirinya mampu mengajar dengan cinta.

 

"Setelah saya bertemu GSM dan berdinamika di GSM, saya kembali menemukan gairah cinta untuk mengajar anak-anak dengan sepenuh hati. Karena saya merasa diterima di GSM dengan penuh cinta, dan rasa itu yang ingin saya tebarkan ke anak-anak saya," ujar Elisabeth.

DYL_RPH

=