Notification

×

Iklan

Iklan

Pendidikan 2023 Menyeragamkan Kesetaraan Jalur Masuk SNBP

07 Desember 2022 | Rabu, Desember 07, 2022 WIB | Last Updated 2022-12-07T03:30:13Z


Serambiupdate.com Prof Nizam selaku Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengatakan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan jembatan antara pendidikan menengah dengan tinggi. Hal ini di ungkapkan Nizam dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (1/12).

“Seleksi Masuk PTN saat ini tidak lagi berdasarkan pada subjek tetapi pada potensi siswa. Diukur melalui tes skolastik, kemampuan bernalar menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis dan lainnya,” ujar Nizam.


Dirinya mengungkapkan seleksi tersebut merupakan jembatan agar apa yang diajarkan di pendidikan menengah berkesesuaian dengan apa yang diajarkan di perguruan tinggi.


“Sebagai bentuk program Merdeka Belajar ke-22 Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi meluncurkan transformasi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri yang merupakan simpul penghubung antara transformasi yang terjadi di pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi,” tuturnya.


Menurutnya, seleksi nasional 2023 pada dasarnya sama dengan jalur masuk di tahun 2022. Namun, hal yang membedakan adalah ujian atau seleksinya.


“Jika selama ini prestasi diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi untuk membuat kriteria dan melakukan penyaringan dalam hal ini jalur prestasi mengandalkan prestasi siswa selama mengikuti pendidikan tingkat atas SMA, SMK, MA. Maka pada 2023 kriterianya diseragamkan dengan dibuat suatu acuan bersama sehingga ada kesetaraan jalur masuk prestasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP),” tambah Nizam.


Pada seleksi berbasis tes, selain melihat dari kemampuan kognitif juga mengacu pada literasi bahasa Indonesia dan bahasa asing serta numerasi bernalar kritis. Sementara pada seleksi mandiri, menjadi kewenangan PTN untuk mengakomodasi berbagai macam kondisi. Misalnya perguruan tinggi daerah diharapkan dapat mengakomodasi putra - putri daerah.

DYL_RPH

=