Notification

×

Iklan

Iklan

Lingkungan dan Bahasa Anak

07 Mei 2022 | Sabtu, Mei 07, 2022 WIB | Last Updated 2022-05-07T02:08:00Z

  





Oleh : Rania Redhamutia 

Mahasiswa FKIP Uhamka

Banyak orang yang mengatakan anak-anak memiliki dunianya sendiri yaitu “Dunia Anak”, hal ini di dasari oleh tingkah laku dan aktivitas yang dilakukan sehari-harinya dengan penuh imajinasi, fleksibelitas, spontanitas, vitalitas, dan eksplorasi terhadap lingkungan sekitar yang disebabkan oleh rasa keingin tahuannya yang tinggi. Proses tumbuh kembang seorang anak sangat pesat. Mereka aktif, selalu penasaran dan tidak mengenal kata lelah dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman serta lingkungan sekitar. Untuk melalukan kegiatan tersebut, maka anak butuh bahasa sebagai alat komunikasi.

Mempelajari bahasa merupakan landasan yang penting untuk anak-anak. Mereka harus memahami bahasa dengan baik sebelum mempelajari hal-hal lain, karena dapat mendukung anak-anak mengerti pengetahuan baru. Selain itu, bahasa dapat dijadikan sarana untuk mengungkapkan atau mengekspresikan pikirannya agar orang lain dapat memahami maksud dirinya, melalui bahasa pula social skill (kemampuan bergaul) dapat dikembangkan.

Beberapa masyarakat beranggapan bahwa anak yang banyak bicara merupakan anak yang cerdas tanpa mengetahui terlebih dahulu perkembangan bahasa yang dimilikinya. Realitanya kemampuan yang dimiliki anak dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan sekitarnya. Anak memiliki sifat peniru (imitative) yang baik sesuai dengan apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan. Sifat tersebut memiliki dampak positif dan negatif karena mereka belum mengetahui batasan baik dan buruk, benar dan salah, serta pantas atau tidak pantas terhadap segala hal.

Ketika bersosialisasi biasanya anak memakai bahasa yang sesuai dengan bahasa di lingkungannya. Contohnya seperti ketika seorang anak terbiasa berkumpul dengan orang-orang yang berbahasa santun, maka ia akan menggunakan bahasa yang santun juga ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi, terdapat permasalahan yang terkadang terjadi di lingkungan yaitu kurangnya filter bahasa sehingga menyebabkan adanya pengaruh kurang baik dalam diri anak, seperti ketika seorang anak terbiasa mendengar perkataan yang kasar dan kurang baik, maka anak tersebut juga akan mengikutinya karena anak mudah merekam di memorinya.

Berdasarkan hal-hal yang telah djabarkan dapat diketahui bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik atau orang yang lebih tua untuk mendapat contoh yang baik dan edukatif dalam mendidik anak-anak sehingga mereka dapat mengembangkan prilaku positif.


=