Notification

×

Iklan

Iklan

Suasana Pendidikan Era Pandemi

11 April 2022 | Senin, April 11, 2022 WIB | Last Updated 2022-04-11T03:09:00Z

  




Oleh : Selvina Rahmadini

Mahasiswa Uhamka


Sejak merebaknya penyakit yang disebabkan oleh virus corona, yang biasa disebut Covid 19, hampir setiap aspek pengalaman hidup berubah, meningkatkan kekhawatiran dan kegembiraan di seluruh  dunia.  Ekonomi global melemah dan hubungan sosial memburuk, mengakibatkan kurangnya interaksi dan pertimbangan untuk orang lain. Semua orang telah merasakan dampak dari virus COVID-19 ini, terutama di bidang pendidikan. Cepat atau lambat, pandemi COVID-19 akan membawa perubahan dramatis pada pendidikan, sehingga kita perlu mempersiapkan diri untuk perubahan tersebut. Di semua institusi pendidikan…institusi, hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Corona atau COVID-19 ini. Hal ini tentunya berdampak besar bagi perkembangan pendidikan anak-anak yang saat ini harus belajar sendiri dan belajar secara online (dalam jaringan).

 Pembelajaran online atau pembelajaran online adalah sistem pembelajaran dimana tidak ada komunikasi tatap muka antara guru dan siswa, tetapi pembelajaran berlangsung melalui Internet. Ini adalah masalah besar bagi guru di lingkungan seperti itu, karena mereka harus mampu mengelola dan merancang media pendidikan mereka (media online) dengan cara yang mencapai tujuan pembelajaran mereka dan mencegah atau memprediksi kebosanan belajar siswa. Model online.

Selain itu, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran online, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, biasa terjadi pada siswa tanpa perangkat, siswa yang tidak terbiasa dengan penggunaan teknologi, dalam hal ini sekolah TK dan SD (sekolah dasar). Juga, masalah terbesar yang dihadapi siswa adalah jaringan yang tidak memadai. Kedua, dalam pembelajaran online, siswa hanya menerima tugas melalui WhatsApp atau website e-learning, sehingga interaksi fisik antara guru dan siswa kurang. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas karena guru tidak memberikan penjelasan awal tentang tugas yang diberikan. Siswa dipaksa untuk bekerja tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga banyak siswa yang mengeluh dan gagal menyelesaikan tugasnya dengan antusias. Ketiga, guru memberikan banyak pekerjaan rumah, dan waktu yang diberikan sedikit. Keempat, karena kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa, maka internalisasi nilai kepribadian yang harus ditanamkan guru kepada siswa secara otomatis berkurang.

Hal ini akan mengakibatkan degradasi moral anak atau siswa karena tugas guru tidak hanya mengajar, memberikan pengetahuan (instruksi), tetapi juga karena guru harus mendidik siswa (membentuk moral dan karakter). Namun, hal ini tidak boleh merusak semangat guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru, dan tidak boleh merusak semangat siswa dalam mengajar, dan krisis korona ini tidak boleh menghancurkan semangat dan harapan kita semua.


=