Notification

×

Iklan

Iklan

Mendikbudristek Dukung Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi ASEAN

06 April 2022 | Rabu, April 06, 2022 WIB | Last Updated 2022-04-06T00:35:56Z

Serambiupdate.com
- Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) mendukung penuh bahasa Indonesia menjadi bahasa perantara dalam kegiatan-kegiatan resmi ASEAN. Alasannya ialah bahasa Indonesia mempunyai kelebihan dari segi sejarah, hukum, dan linguistik.

Penuturan Nadiem tersebut menanggapi dari pernyataan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob pada lawatannya ke Indonesia belum lama ini. PM Malaysia menyampaikan keinginan agar memperkuat bahasa Melayu sebagai bahasa perantara kedua kepala negara sekaligus bahasa resmi ASEAN.

 “Saya selaku Mendikbudristek, tentu menyanggah usulan tersebut. Namun, karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional. Saya imbau seluruh masyarakat bahu membahu dengan pemerintah untuk terus berdayakan dan bela Bahasa Indonesia,” tutur Nadiem.

Kemudian ia mengungkapkan bahwa di tingkat internasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan persebarannya telah meliputi 47 negara di seluruh dunia. Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) pun sudah diadakan oleh 428 lembaga, baik yang disediakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, maupun yang diadakan secara mandiri oleh pegiat BIPA, pemerintah, dan lembaga di seluruh dunia.
Selain itu, bahasa Indonesia merupakan mata kuliah yang diajarkan di sejumlah kampus kelas dunia di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia.

“Dengan seluruh kelebihan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek sejarah, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional, sudah selayaknya bahasa Indonesia duduk di posisi terdepan, dan jika memungkinkan menjadi bahasa pengantar untuk pertemuan-pertemuan resmi ASEAN,” tutup Nadiem.

(ADP)
=