Notification

×

Iklan

Iklan

FKIP Uhamka Gelar Kajian Tafsir Al-Azhar Lintas Disiplin Ilmu

06 April 2022 | Rabu, April 06, 2022 WIB | Last Updated 2022-04-06T06:03:19Z


Serambiupdate.com
- Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan Semarak Ramadan 1443 H mengkaji Tafsir Al-Azhar lintas disiplin ilmu dengan tema Bumi dan Antariksa dalam Tafsir Al-Azhar secara daring melalui platform Zoom meeting pada Rabu (6/4).


Kegiatan ini dilaksanakan bada subuh dan dibawakan oleh Ustadz Muhib Rosyidi selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Uhamka dan turut dihadiri oleh Budi Johan selaku penanggungjawab kegiatan Semarak Ramadan, Heni Nuraeni selaku moderator, serta warga kampus UHAMKA baik dosen maupun mahasiswa.


Ustadz Muhib Rosyidi, menuturkan bahwa banyak hikmah yang dapat diambil serta dipelajari dari Tafsir Al-Azhar yang ditulis oleh Buya HAMKA. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Tafsir Al-Azhar merupakan peninggalan yang paling berharga semasa hidupnya, Buya HAMKA menuliskan tafsir tersebut di balik jeruji besi.

Adapun hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil bagi kehidupan, yaitu Tafsir Al-Azhar menjadi petunjuk sesuai zamannya.


“Tafsir ini sangat lekat dengan zamannya saaat ditulis. Oleh karena itu, jika kita ingin mengetahui perkembangan suatu zaman atau peradaban maka hendaklah kita membaca tafsir yang ditulis pada zaman tersebut,” ujar Ustadz Muhib dalam pemaparannya.


Kemudian Wakil Dekan Fikes tersebut juga mengatakan, Buya HAMKA yang luas bacaannya mulai menulis tafsir pada usia 50 tahun. Jadi berapa pun usia kita baik muda mau pun tua, kita tetap menimba ilmu. Selain itu, apabila kita telah menimba ilmu, haruslah diiringi dengan amal karena ilmu tanpa amal akan sia-sia begitu pun sebaliknya.


“Mengamalkan tanpa ilmu adalah kebodohan, mengilmu tanpa amal adalah kerugian,” imbuhnya.


Ustadz Muhib juga menyampaikan bahwa Al-Quran begitu luas karena segala ilmu bisa mendekatinya. Di dalam Al-Quran ada lebih dari 800 ayat yang membahas sains dan 150 ayat membicarakan persoalan bumi dan antariksa.


“Burung akan hinggap pada yang sejenis, jiwa akan mencari apa yang disenangi. Maka lihatlah sekitar dan apa yang kita cari untuk mengetahui jati diri. Nabi pernah bilang bahwa beramallah kalian sampai kalian tinggal di laut,” tandasnya.


(ADP)
=