Notification

×

Iklan

Iklan

Tantangan Sekolah Daring

Senin, 30 Agustus 2021 | 8/30/2021 06:56:00 PM WIB | Last Updated 2021-08-30T11:56:36Z



Karya Putri Fiorentina

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

Pada tahun 2020 Indonesia bahkan Dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus Covid-19 sebuah virus yang sangat menulas dan mematikan. Berawal dari Wuhan China hingga dengan cepet meluas dan mengglobal hamper diseluruh Negara di dunia, sehingga membuat segala aspek kehidupan mengalami perubahan dan mencari gaya hidup yang baru tak terkecuali dengan dunia pendidikan Indonesia bahkan seluruh Negara di dunia yang harus merubah system pembelajaran di setiap sekolah yang awalnya dengan system pembelajaran tatap muka berubah menjadi system pembelajaran jarak jauh atau (PJJ)/ belajar dari rumah (BDR) daring dari rumah masing-masing. Yang membuat hal ini menghambat pembelajaran yang sudah dirancang dengan sedemikian rupa, harus berubah dengan segala system yang baru.

Meski diberikan pedoman pembelajaran di masa pandemic Covid-19, di beberapa daerah banyak memilih pembelajaran system daring dari rumah untuk mencega atau mengurangi penyebaran paparan virus yang mematikan tersebut dan menaati kebijakan pemerinth, akan tetapi dalam pelaksanaannnya banyank persoalan  yang terjadi dalam pembelajaran daring bagi para pelajara.

Seperti melihat survey yang dilakukan Tanoto foundation, organisasai filan tropi keluarga independen yang didirikan oleh sukanto tanoto dan tinah bingei tanota terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 332 kepala sekolah, 1.368 guru, 2.218 siswa dan 1.712 orang tua yang terdapat tiga masalah utama dalam hal tersebut pertama: sebanyak 56% orang tua yang menjadi respondenmengaku kurang sabar dan jenuh dalam menangani konsentrasi anaky yang duduk di bangku SD/MI dan 34% orang tua yang anaknya duduk di bangku SMP, Kedua: orang tua mengalami kesulitan mmenjelaskan matri pelajaran ke anak terutama SD/MI(19%) dan SMP/MTS (28%). Dan yang ketiga orang tua kesulitan memahami materi untuk anak yang menduduki SD/MI (15%) SMP/MTS (24%).

Pada kenyataannya pembelajaran jarak jauh atau daring masih dianggap sebagai proses sekolah meskipun dengan berbagai masalah dan kekurangan baik di guru maupun disiswa dan orangtua itu sendiri. Dilihat dari kesulitan dalam berkomunikasai yang dihalangi adanya ganguan atau kesulitan dalam jariringan ataupun ekonomi. Oleh karna itu orang tua sebagai peran penting dalam proses pembelajaran dari rumah (BDR) atau Pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sejatinya sekolah  merupakan sebuah lembaga yang menciptakan tujuan pendidikan memanusiakan manusia, tidak untuk membatasi waktu, tempat, bentuk, maupun aturan siswa dalam belajara. Hal ini yang dapat menjadi bahan untuk kajian dalam rumus fungsi sekolah setelah masa pandemic ini beakhir dan menjadi tujuan pendidikan.


=