Notification

×

Iklan

Iklan

Sultan Belum Berani Buka Pembelajaran Tatap Muka di Yogyakarta

Rabu, 01 September 2021 | 9/01/2021 10:19:00 AM WIB | Last Updated 2021-09-01T03:19:16Z

Serambiupdate.com Pemerintah daerah Yogyakarta, masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat mengenai perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemda DIY akan mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengenai perpanjangan PPKM.

 

Terkait kemungkinan adanya kelonggaran, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tetap masih menunggu keputusan pusat.

 

Kendati demikian dengan melihat kasus Covid-19 di DIY yang masih fluktuatif, Sultan menyampaikan masih belum berani membuka pembelajaran tatap muka (PTM) maupun membuka objek wisata.

 

“Kita enggak berani [membuka PTM] kalau saya enggak berani,” tutur Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).

 

Sultan menyampaikan bahwa memang Pemerintah Pusat tidak mensyaratkan vaksinasi untuk menggelar PTM. Namun bagi Sultan vaksinasi menjadi syarat yang penting untuk menggelar PTM baik bagi guru maupun siswa. Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengkhawatirkan bilamana nantinya pembelajaran tatap muka justru malah menimbulkan penularan Covid-19.

 

Sultan lebih berfokus pada vaksinasi yang menjadi syarat baik bagi guru maupun siswa meski hanya vaksin dosis pertama, “Meski sekali [vaksin dosis pertama] jadi resiko positif pun ringan. Ini minimal hal begini,” kata Sultan.

 

Tidak hanya PTM, Sultan juga belum berani membuka objek wisata di Yogyakarta saat ini karena di objek wisata berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga tidak ada jaminan untuk tidak menularkan Covid-19.

 

Lebih lanjut, Sultan berharap kasus Covid-19 melandai stabil sehingga bisa diperkirakan penularan Covid-19 selesai. Saat ini Sultan meminta masyarakat harus bersabar terlebih dahulu, “Nanti kita kalau sudah stabil, tidak fluktuatif bisa diprediksi, tapi kalau naik turun kita tak bisa memperkirakan apa yang terjadi,” tandas Sultan.

 

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY mengatakan kemungkinan DIY turun level PPKM dari 4 ke level 3. Namun menurut dia, pemberlakuan antara PPKM level 4 dan 3 tidak jaug berbeda. Yang paling jelas perbedaannya adalah level 2, namun DIY masih belum bisa turun ke level 2, “Kalau dari level 4 tidak mungkin turun ke level 2 pasti ke level 3,” kata Baskara Aji.

 

Saat ini Pemda DIY masih fokus menggencarkan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, bahkan vaksinasi tidak hanya difoksukan di perkotaan, namun sampai ke desa-desa agar terjadi pemerataan sasaran vaksin.

 

Baskara Aji mengklaim proses vaksinasi di DIY berjalan bagus, rata-rata mingguan mencapai 32.000 sasaran dan stok vaksin juga aman dan selalu mendapat kiriman ketika dibutuhkan.

=