Notification

×

Iklan

Iklan

Catatan Sejarah Muktamar Muhammadiyah Dari Masa ke Masa (1912-2022)

Selasa, 15 November 2022 | Selasa, November 15, 2022 WIB | Last Updated 2022-11-15T04:38:25Z


Serambiupdate.com - Catatan Sejarah Muktamar Muhammadiyah Dari Masa ke Masa (1912-2022)

Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 sudah dipastikan akan diselenggarakan di Surakarta pada 18-20 November 2022. Setelah tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya perhelatan Akbar yang ditunggu-tunggu warga persyarikatan ini akan digelar.

Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi bagi persyarikatan Muhammadiyah yang diselenggarakan lima tahun sekali. Sejak Muhammadiyah berdiri pada 1912 hingga sekarang, total Muhammadiyah sudah menyelenggarakan perhelatan tertinggi ini sebanyak 47 kali. Muktamar terakhir diselenggarakan di Makassar pada tahun 2015.

Muktamar juga merupakan bukti bahwa praktik berdemokrasi sudah berlangsung di Muhammadiyah sejak awal mula berdirinya organisasi ini. Sebab, dalam muktamar, pemilihan pengurus tingkat pusat menjadi agenda utama selain menyusun program kerja lima tahunan.

Nah, meski merupakan forum rutin, warga persyarikatan perlu tahu seluk beluk muktamar Muhammadiyah dari masa ke masa. Berikut kami rangkumkan daftar Muktamar Muhammadiyah dari masa paling awal hingga sekarang.

Kota-Kota yang Pernah Menjadi Tuan Rumah

Masa paling awal forum permusyaratan tertinggi Muhammadiyah terjadi pada tahun 1912 hingga 1941. Pada masa ini, forum permusyawaratan digelar setiap setahun sekali.

Awalnya selama 1912-1925, forum tinggi selalu digelar di ibukota Muhammadiyah, Yogyakarta. Namun selepas tahun itu, forum tinggi mulai diselenggarakan di luar Yogyakarta secara bergilir. Untuk memudahkan jangkauan para peserta, forum tinggi Muhammadiyah selalu digelar di kawasan perkotaan.

Perubahan jeda waktu forum tinggi mulai terjadi ketika Indonesia memasuki masa revolusi fisik dan intensitas peperangan yang tinggi. Tahun 1941 sampai 1950, forum tinggi diadakan secara terbatas (darurat) selama dua kali saja.

Memasuki kurun waktu 1950 sampai 1958, periode forum tinggi dilakukan selama tiga tahun sekali. Pergeseran periodik mulai kembali terjadi antara tahun 1971 sampai 1985 karena instabilitas nasional.

Namun sejak 1985 sampai saat ini, forum tinggi rutin dijadwalkan selama lima tahun sekali, kecuali pada dua tahun terakhir akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan forum tinggi ditunda.

Perubahan periode seperti ini sejatinya dimaklumi oleh Muhammadiyah. Lebih jauh, Muhammadiyah memiliki sistem antisipasi bernama Muktamar Luar Biasa atau MLB. MLB dilaksanakan ketika terjadi kekosongan kepemimpinan atau terjadinya situasi krisis yang membahayakan Muhammadiyah.

Total sampai Muktamar terbaru tahun 2022 ini, forum tinggi dilaksanakan 39 kali di pulau Jawa dan 9 kali di luar pulau Jawa. Dalam hitungan ini, Yogyakarta adalah yang paling banyak menjadi tuan rumah dengan jumlah 24 kali menyelenggarakan forum tinggi.

Kota-kota yang pernah menjadi tuan rumah adalah Jakarta (3 kali), Surakarta (4 kali), Makassar (3 kali), Malang (2 kali), Surabaya (2 kali), Purwokerto (2 kali), dan sekali di kota seperti Bukittinggi, Padang, Pekalongan, Semarang, Bandung, Medan, Banjarmasin, dan Palembang.

Perubahan Istilah, dari Pertemuan, Kongres hingga Muktamar

Untuk peristilahan forum tinggi, tahun 1912-1921 memakai istilah bahasa belanda ‘Algemene Vergadering’ (rapat umum). Namun Muhammadiyah juga sempat memakai istilah Belanda lain seperti ‘Jaarvergadering’ (pertemuan tahunan) pada 1922.

Pada tahun 1923, Muhammadiyah mulai menggunakan peristilahan Indonesia, yakni Perkumpulan Tahunan. Namun sejak 1924-1946, Muhammadiyah mulai menggunakan peristilahan serapan dari bahasa Inggris, yakni Congress (kongres).

Forum tinggi juga sempat memakai beberapa peristilahan khusus, misalnya Congres Seperempat Abad di Jakarta tahun 1936, hingga Congres Dharurot yang diselenggarakan secara terbatas pada 1944, dan 1946 karena meletusnya peperangan dan revolusi fisik bangsa Indonesia melawan penjajah.

Penggunaan istilah Muktamar mulai terjadi sejak tahun 1950. Nama istimewa Muktamar terjadi pada tahun 1936 (Muktamar Seperempat Abad), 1962 (Muktamar Setengah Abad, juga disebut sebagai Muktamar Anugerah karena Muhammadiyah tidak jadi dibubarkan oleh pemerintah), dan 2010 (Muktamar Satu Abad).

Muktamar Muhammadiyah Dari Masa ke Masa

Muktamar ke-1, tahun 1912, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-2, tahun 1913, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-3, tahun 1914, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-4, tahun 1915, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-5, tahun 1916, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-6, tahun 1917, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-7, tahun 1918, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-8, tahun 1919, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-9, tahun 1920, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-10, tahun 1921, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-11, tahun 1922, istilah: Jaarvergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-12, tahun 1923, istilah: Perkumpulan Tahunan, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-13, tahun 1924, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-14, tahun 1925, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-15, tahun 1926, istilah: Congres, lokasi: Surabaya, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-16, tahun 1927, istilah: Congres, lokasi: Pekalongan, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-17, tahun 1928, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-18, tahun 1929, istilah: Congres, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-19, tahun 1930, istilah: Congres, lokasi: Minangkabau Bukittinggi, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-20, tahun 1931, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-21, tahun 1932, istilah: Congres, lokasi: Makassar, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-22, tahun 1933, istilah: Congres, lokasi: Semarang, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-23, tahun 1934, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-24, tahun 1935, istilah: Congres, lokasi: Banjarmasin, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-25, tahun 1936, istilah: Congres Seperempat Abad, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-26, tahun 1937, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-27, tahun 1938, istilah: Congres, lokasi: Malang, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-28, tahun 1939, istilah: Congres, lokasi: Medan, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-29, tahun 1940, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-30, tahun 1941, istilah: Congres, lokasi: Purworejo, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah. Kongres ini batal dilaksanakan karena instabilitas politik.

Muktamar Darurat, tahun 1944, istilah: Congres Dharurot untuk cabang-cabang Muhammadiyah se-Jawa Baru, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar Darurat, tahun 1946, istilah: Congres Dharurot untuk cabang dan ranting Muhammadiyah seluruh Jawa-Madura, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-31, tahun 1950, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-32, tahun 1953, istilah: Muktamar, lokasi: Purwokerto, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muktamar ke-33, tahun 1956, istilah: Muktamar, lokasi: Palembang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muktamar ke-34, tahun 1959, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muktamar ke-35, tahun 1962, istilah: Muktamar Setengah Abad atau Muktamar Anugerah, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muktamar ke-36, tahun 1965, istilah: Muktamar, lokasi: Bandung, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-37, tahun 1968, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Tajdid Muhammadiyah”

Muktamar ke-38, tahun 1971, istilah: Muktamar, lokasi: Ujung Pandang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: ”Khiitah Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”

Muktamar ke-39, tahun 1975, istilah: Muktamar, lokasi: Padang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Gerakan Pencerahan menuju Indonesia berkemajuan.”

Muktamar ke-40, tahun 1978, istilah: Muktamar, lokasi: Surabaya, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-41, tahun 1985, istilah: Muktamar, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.”

Muktamar ke-42, tahun 1990, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-43, tahun 1995, istilah: Muktamar, lokasi: Aceh, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-44, tahun 2000, istilah: Muktamar, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: "Memasuki Abad Ke-21 Muhammadiyah Membangun Masyarakat Indonesia Baru yang Berakhlak dan Berilmu"

Muktamar ke-45, tahun 2005, istilah: Muktamar, lokasi: Malang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Muktamar Jelang Satu Abad Muhammadiyah: Tajdidi Gerakan untuk Pencerahan Peradaban.”

Muktamar ke-46, tahun 2010, istilah: Muktamar Satu Abad, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Gerak Melintas Zaman Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama.”

Muktamar ke-47, tahun 2015, istilah: Muktamar, lokasi: Makassar, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengusung tema: “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan.”

Muktamar ke-48, tahun 2020, ditunda menjadi 2022 karena pandemi Covid-19, istilah: Muktamar, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah , mengusung tema: “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.”

×
Berita Terbaru Update