Notification

×

Iklan

Iklan

FFS Uhamka Berikan Edukasi serta Workshop Standarisasi Simplisia dalam Program PKKM

Rabu, 12 Oktober 2022 | Rabu, Oktober 12, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-12T07:58:32Z


Serambiupdate.com
 - Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) terus meningkatkan mutu pendidikan diantaranya melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang merupakan Program Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan program Sarjana.

 

Dalam hal ini, Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FFS Uhamka) mengadakan 5 program untuk mahasiswa S-1 Farmasi diantaranya yaitu seminar dan workshop.  Kegiatan ini selenggarakan di ruang meeting Hotel Ibis Styles, Bekasi, pada 4 dan 5 Oktober 2022 lalu.

 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Uhamka Lelly Qodariah, Dekan FFS Uhamka Hadi Sunaryo, Wakil Dekan I FFS UHAMKA Inding Gusmayadi, Kaprodi Farmasi Uhamka Rini Prastiwi, dan dosen FFS Uhamka Maharadingga, Novia Delita dan Agustin Yumita, serta mahasiswa sebagai peserta. Kegiatan ini membahas mengenai peningkatan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan dan standarisasi bahan baku obat tradisional.

 

Prof Yuli Widiyastuti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tawangmangu, Jawa Tengah mengungkapkan selama pandemi kebutuhan masyarakat akan obat tradisional meningkat secara eksponensial, bagi para petani yang melakukan budidaya tanaman obat belum menjanjikan. Ia juga berpendapat, hal ini terjadi karena pasar bahan baku jamu tidak terbuka luas dan sulit diakses petani, serta sistem pembayaran yang tidak cocok dengan industri.

 

“Terjadinya pemalsuan simplisia dalam segi penjualan hasil budidaya tanaman obat yang menjadikan bahan obat tidak aman untuk dikonsumsi.” Ujar Prof Yuli Widiyastuti.

 

Yuli menambahkan, melalui survei pasar, diketahui dari 6 pasar hanya 2 pasar yang memiliki Nigella sativa (jintan hitam) yang asli, sedangkan lainnya palsu.

 

Efizal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI selaku narasumber kedua memaparkan materi terkait dengan proses standarisasi bahan baku obat alami serta tantangan dalam penggunaannya. Menurutnya, terdapat 3 pilar penting dalam menyelenggarakan keamanan obat tradisional yaitu BPOM, pelaku usaha, dan masyarakat. Maka dari itu, yang terpenting harus melalui proses standarisasi obat tradisional dengan mengutamakan mutu serta keamanannya.

 

“Terdapat 3 pilar penting dalam menyelenggarakan keamanan obat tradisional yaitu BPOM, pelaku usaha, dan masyarakat yang terpenting harus melalui proses standarisasi obat tradisional dengan mengutamakan mutu dan keamanan,” ujar Efizal.

 

Efizal juga menyampaikan melalui proses tersebut, kestabilan obat tradisional di masyarakat serta pelaksanaannya yang sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia Materia Medika Indonesia akan semakin terjamin. Selain itu, para pelaku usaha juga dapat membuat in-house standard dengan syarat sesuai dengan regulasi BPOM.

 

Sementara itu, di pihak lain Novia Delita dan Agustin Yumita selaku dosen FFS Uhamka memaparkan materi workshop terkait dengan pengenalan simplisia. Melalui pemutaran video dan penjelasan terkait materi tersebut, mahasiswa diajak mengenal cara pembuatan simplisia dan ekstrak tumbuhan yang merupakan bahan baku obat tradisional.

 

“Untuk menambah pemahaman mahasiswa, disediakan berbagai jenis simplisia tumbuhan, baik simplisia kering yang masih utuh, serbuk simplisia, maupun ekstrak. Selain itu, disediakan juga tanaman obat segar yang masih ditanam dalam pot sehingga mahasiswa menyimak dengan sangat antusias. Oleh karena itu, kegiatan workshop ini akan dilanjut pada keesokan harinya di Laboratorium Terpadu FFS Uhamka,” tutur Novia.

 

Selanjutnya, Lelly Qodariah selaku Wakil Rektor III Uhamka menuturkan bahwa ia mengharapkan agar kegiatan ini dapat benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan inovasinya serta menunjukkan kebermanfaatannya untuk masyarakat.

 

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini, saya berharap betul mahasiswa Uhamka khususnya Farmasi bisa mendapatkan pengetahuan lebih tentang edukasi obat tradisional yang baik sehingga nantinya mereka bisa mengedukasikan bahkan membuat obat tradisional untuk kebermanfaatan di masyarakat,” tutur Lelly. 

 

Melalui kegiatan ini, sebanyak 31 peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 3 dan 5 merasa sangat puas karena telah memperoleh banyak ilmu yang bermanfaat dengan didukung oleh fasilitas yang memadai.

×
Berita Terbaru Update